Terkini, Jeneponto — Sebuah video yang memperlihatkan aksi kekerasan antarsiswi beredar luas di media sosial dan mengundang keprihatinan masyarakat. Dalam rekaman tersebut tampak dua siswi yang diduga MTsN 1 Jeneponto terlibat perkelahian hingga salah satu di antaranya terbaring lemah di atas aspal.
Video itu diduga direkam oleh siswi lain yang berada di lokasi kejadian. Ironisnya, suara latar dalam rekaman menunjukkan beberapa siswi justru memberikan semangat kepada pelaku perkelahian, bukan mencoba melerai.
Kedua siswi yang terlibat diketahui berasal dari kelas IX dan kelas VII madrasah tersebut.

Kepala MTsN 1 Jeneponto, H. Abdul Rahman, membenarkan insiden tersebut saat dikonfirmasi oleh Terkini melalui pesan WhatsApp pada Kamis, 11 Desember 2025.
“Iye betul, tadi kita sudah panggil orang tuanya dan untuk sementara ditangani oleh PPA Polres Jeneponto,” ujar Abdul Rahman.
Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melihat langsung kondisi korban yang kini dirawat di rumah sakit.“Kami juga sudah mengunjungi korban di RS,” tambahnya.

Dalam video yang beredar, salah seorang siswi tampak tidak berdaya dan terbaring di atas aspal setelah diduga mengalami tindak kekerasan. Penyebab dan kronologi lengkap dari insiden tersebut belum terkonfirmasi.
Kasus ini memicu perhatian publik dan kembali membuka diskusi mengenai pentingnya pengawasan, pendidikan karakter, serta pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.










