Calon Ibu Kota Baru RI Dilanda Banjir, Said Didu: Katanya Bebas Banjir

Calon Ibu Kota Baru RI Dilanda Banjir, Said Didu: Katanya Bebas Banjir

SW
St. Wahidayani

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Banjir kembali menggenangi Kalimantan tepatnya di Panajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur yang merupakan calon Ibu Kota Negara baru.

Banjir yang terjadi akibat hujan lebat pada Jumat 17 Desember 2021 ini merendam ratusan rumah di dua desa dan satu kelurahan.

Bukan hanya curah hujan lebat, pasang tinggi air laut juga mempengaruhi banjir di Panajam Paser.

Banjir yang terjadi di PPU ini kemudian mendapat sorotan dari berbagai pihak termasuk mantan sekretaris kementerian BUMN, Muhammad Said Didu.

Melalui cuitan di akun Twitter-nya @msaid_didu, ia lalu memberikan komentar menohok.

"Katanya bebas banjir," cuitnya.

Sebelumnya, pegiat media sosial Christ Wamea juga ikut menanggapi terkait banjir di wilayah PPU.

"Calon Ibu Kota Negara di Kukar Terkepung Banjir Tiga Hari," cuitnya di Twitter @putra_wadapi. Dilansir dari Galamedia. Selasa, 21 Desember 2021.

Bukan hanya Said Didu dan Christ Wamea, politisi Partai Demokrat, Yan Harahap juga ikut bersuara.

Melalui cuitan di akun Twitter-nya, Yan Harahap meminta Presiden Jokowi untuk mempertimbangkan kembali pembangunan tersebut.

"Perlu dipertimbangkan ulang Pak @jokowi.Karena bisa saja kejadian ini akan berulang terus" cuit Yan Harahap dikutip Galamedia dari Twitter @YanHarahap.

Sebagai informasi, Jokowi merencanakan pemindahan Ibu Kota Indonesia ini salah satu alasannya untuk menghindari permasalahan seperti kemacetan dan banjir.

Pemindahan ibu kota baru ini lantas menuai polemik pasalnya biaya yang dikeluarkan negara untuk membangun ibu kota baru tak sedikit.