Cabai Tembus Rp100 Ribu per Kilogram, Pemkot Makassar Turun Tangan

Cabai Tembus Rp100 Ribu per Kilogram, Pemkot Makassar Turun Tangan

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Untuk menekan gejolak harga, Pemkot Makassar menggandeng pemerintah pusat, provinsi, serta berbagai pemangku kepentingan, termasuk BUMN dan UMKM, dalam menyediakan stok pangan dengan harga lebih rendah.

"Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang wajar menjelang Lebaran. Ini adalah bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan," kata Munafri.

Di pasar murah ini, berbagai komoditas dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Beberapa di antaranya termasuk daging ayam, beras, minyak goreng, gula pasir, telur, bawang, cabai, tepung terigu, serta produk olahan dari pelaku usaha kecil dan menengah.

Gejolak Harga Lebih Landai?

Meski harga cabai melonjak tajam, Munafri menyebut bahwa situasi tahun ini masih lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Dari laporan pedagang, fluktuasi harga kali ini masih dalam batas yang bisa dikendalikan. Namun, kami tetap akan melakukan pemantauan dan langkah-langkah intervensi jika diperlukan," ujarnya.

Kenaikan harga pangan di Makassar bukan hanya disebabkan oleh meningkatnya permintaan, tetapi juga faktor lain seperti gangguan pasokan dari daerah produsen, perubahan cuaca, hingga spekulasi pasar.

Sejumlah pedagang mengakui bahwa stok cabai di pasar memang mengalami penyusutan, sementara permintaan terus meningkat. Namun, mereka berharap harga bisa kembali stabil setelah Ramadan.

Di tengah situasi ini, masyarakat hanya bisa berharap bahwa langkah intervensi pemerintah mampu menekan lonjakan harga.