Terkini.id, Jakarta – Bupati Merauke, Papua, Romanus Mbaraka menyetujui pemekaran Papua Selatan dan berharap hal itu sehera terwujud.
Romanus Mbaraka mendorong percepatan wilayah Papua Selatan yang meliputi, Merauke, Mappi, Boven Digoel dan Asmat.
Dia berharap dengan terwujudnya pemekaran ini, maka tanah Papua akan lebih cepat pembangunannya dan merata.
“Pada dasarnya kami di Papua Selatan, Merauke, Mappi, Boven Dogoel, dan Asmat, Secara totality sangat setuju pemekaran dapat dilakukuan dan dipercepat”, kata Romanus, dikutip dari laman Antara, Sabtu 30 April 2022.
Romanus mengatakan bahwa Badan Legislasi (Baleg) DPR RI mengesahkan 3 Rancangan Undang-undang (RUU) terkait pembentukan provinsi baru di Papua menjadi UU.
Tiga RUU tersebut yakni mengatur tentang pembentukan provisni Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan Tengah.
Dia menegaskan pemekaran tiga provinsi baru tersebut harus dipercepat dan mendorong percepatan pembangunan, meningkatkan pelayanan, pemerataan, kesejahteraan masyarakat dan mendukung penyelenggaraaan pemerintahan.
Hal ini berhubungan dengan beberapa hambatan dalam pembangunan di Papu, salah satunya menyangkut luas cakupan wilayah.
Romanus menyadari bahwa selama ini pemerintah telah mengupayakan berbagai cara untuk melakukan pembangunan di Papua.
Upaya pemerintah untuk membangun Papua seperti peningkatan infrastruktur, dana otonomi khusus dan berbagai upaya lainnya. Namun, karena cakupan wilayah Papua yang luas, upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal dalam mencapai target kesejahteraan masyarakat.
“Dengan luas wilayah yang sedemikian rupa, mau tidak mau, dan suka tidak suka (Pemekaran harus dipercepat)”, katanya.
Disisi lain, lanjut Romanus wilayah Papua Selatan memiliki berbagai potensi yang dapat mendukung pemekaran, baik dari sektor pangan maupun sektor lainnya.
Selain itu, Romanus mengatakan bahwa jika telah dilakukan pemekaran, maka aspek Keamanan wilayah akan lebih terjamin, karena itu pemekaran di daerah Papua Selatan perlu dipercepat.
“Diselatan Papua kami hidup penuh damai. Seluruh masyarakat di selatan tanah Papua setuju untuk pemekaran. Karena Papua adalah bagian integral dari Indonesia”, ujar Romanus.










