Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI, Mohammad Syafii, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan yang bertugas di lapangan dan berhasil menemukan black box di tengah medan ekstrem serta kondisi cuaca yang menantang.
“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tim SAR di lapangan yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dan profesionalisme hingga berhasil menemukan black box pesawat,” ujar Mohammad Syafii.
Black Box Segera Diserahkan ke KNKT
Arif menyebutkan usai ditemukan, black box akan segera diamankan dan diserahkan kepada pihak berwenang yaitu KNKT yang berwenang melakukan investigasi lanjutan sesuai prosedur yang berlaku.
“Penemuan ini menjadi langkah penting dalam proses investigasi kecelakaan pesawat. Tim SAR tetap melanjutkan tugas sesuai mandat, dengan fokus pada pencarian dan evakuasi korban serta pengamanan objek penting di lokasi kejadian,” pungkasnya.
Ia menegaskan bahwa setelah diserahkan kepada pihak yang berwenang, yaitu Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), untuk dilakukan proses analisis dan investigasi lebih lanjut.
“Black box ini kami serahkan kepada KNKT sebagai otoritas yang berwenang melakukan investigasi. Data di dalamnya sangat penting untuk mengungkap kronologi dan penyebab kecelakaan secara menyeluruh,” jelasnya
Pada kesempatan lain, Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan mengungkap fokus titik pencarian korban pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan difokuskan di lima sektor.
"Untuk saat ini kami akan melakukan pencarian di lima sektor," kata Sultan.
Untuk membantu tim di lapangan, pihaknya juta akan menerbangkan drone thermal untuk membantu pencarian korban.
"Drone thermal juga akan dimanfaatkan untuk monitoring tim di lapangan. Kalau cuaca bagus kita akan menerbangkan drone thermal untuk melakukan searching atau melakukan pengawasan-pengawasan,"tandasnya.










