Bicara Soal Banjir, Anies Baswedan: Air Hujan dalam Kendali Manusia

Bicara Soal Banjir, Anies Baswedan: Air Hujan dalam Kendali Manusia

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam sebuah videonya angkat bicara soal fenomena banjir di kawasan Ibu Kota yang terus terjadi saat curah air hujan cukup tinggi di sebagian besar wilayah Tanah Air.

Video Anies Baswedan bicara soal banjir akibat curah air hujan yang cukup ekstrim tersebut viral usai diunggah pengguna Twitter Cintada16, seperti dilihat pada Jumat 29 Oktober 2021.

Dalam narasi cuitannya, netizen itu menyoroti ucapan Anies Baswedan dalam video itu yang menyebut air hujan dalam kendalo manusia.

"Kata Wan Toa AIR HUJAN DALAM KENDALI MANUSIA. wkwkwk," cuit netizen Cintada16.

Ia pun mengaku heran, apabila benar air hujan dalam kendali manusia maka mengapa DKI Jakarta terus dilanda banjir.

"Terus kenape masih banjir wan," tutur sang netizen.

Dilihat dari video tersebut, Anies Baswedan mengatakan bahwa curah hujan yang tinggi dan banjir merupakan fenomena yang terus melanda wilayah DKI Jakarta.

"Hujan, banjir itu fenomena yang kita hadapi terus menerus," ujar Anies Baswedan.

Ia pun menekankan kepada seluruh jajaran Pemprov DKI jangan menganggap hujan dan banjir tersebut sebagai hal yang bersifat momentum, akan tetapi harus dikendalikan.

"Saya garis bawahi kepada seluruh jajaran jangan dianggap (banjir) ini sebuah event, tapi harus dikendalikan," tutur Anies.

Menurutnya, jika fenomena alam lainnya seperti gempa bumi memang tak bisa dikendalikan manusia.

Namun air hujan, menurut Anies Baswedan, adalah fenomena yang bisa dikendalikan manusia.

"Kalau gempa bumi, di luar kendali manusia. Tapi kalau air hujan itu dalam kendali manusia," ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Anies Baswedan, agar tidak terjadi banjir maka seluruh jajaran Pemprov harus melakukan perbaikan ketika curah air hujan yang ekstrem melanda DKI Jakarta.

"Karena itu, setiap kita melewati satu fase gelombang baru, apakah curah hujan yang ekstrim, kiriman air yang ekstrim, harus ada perbaikan," ujarnya.