Terkini.id, Makassar – Bank Indonesia atau BI Sulsel optimis ada peningkatan investasi pada 2023. Hal ini terlihat dari banyaknya proyek di sektor ril akan terealisasi tahun ini.
Deputi Perwakilan Kantor Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan Causa Iman Karana membeberkan ada empat komponen yang harus terus dijaga pertumbuhannya, antara lain, konsumsi masyarakat, pemerintah, investasi, dan ekspor di pasar internasional.
Menurutnya, salah satu fokus dan sektor yang dibutuhkan Sulsel saat ini ialah investasi.
"Itu yang buat kita optimis di 2023, amunisi Sulsel banyak, sisa bagaimana kita mengolah dan membuat gerakan yang optimis," ujar Causa Iman Carana, Selasa, 21 Februari 2023.
Saat ini, kata dia, telah berjalan proses forum percepatan investasi, perdagangan, dan pariwisata.
Lelaki yang kerap disapa Pak Cik, menggambarkan pihaknya telah mendata calom-calon sumber investasi yang siap di Sulsel dan akan ditawarkan oleh investor-investor luar negeri.
"Kita catat semua, termasuk untuk pelaku UMKM, kita siapkan daya awalnya jika ada yang tertarik silakkan bisnis to bisnis (B2B)," lanjutnya.
Di forum itu, Pak Cik menjelaskan, akan ada promosi proyek investasi di Sulsel. Hal ini dilakukan setelah melakukan penyaringan melalui investmen challenge.
"Kita lakukan promosi-promosi keluar negeri. Sudah ada beberapa yang berjalan seperti pembangunan tol 2 turbin angin yang di Jeneponto, lalu di Bone ada budidaya sapi," kata Cik.
Ia menyebut, salah satu upaya ini tentu akan berpengaruh pada sektor lain, terutama dalam pengaruhnya di tenaga kerja, juga akan membuat penghasilan daerah turut terkerek.
"Kita mendata yang siap, siap dari segi legalitas dan proyek yang ditawarkan, baru kita ajar buat proposal dan kita serahkan ke investor, tujuannya agar pendapatan bisa terus bertumbuh," terangnya.
Senada dengan itu, Kepala Divisi Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) KPW BI Sulsel, Sakti Arif Wicaksono menyebut, kerja sama yang baik tentu dibutuhkan, terutama dalam sektor ekonomi.
"Intinya kami mendukung yang selaras dengan kebijakan pusat di sektor keuangan," singkatnya.










