BI Sulsel Dorong Percepatan Investasi, Ada Business Matching dengan Investor Korea Hingga Jepang

BI Sulsel Dorong Percepatan Investasi, Ada Business Matching dengan Investor Korea Hingga Jepang

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Bank Indonesia Kantor Perwakilan ( Kpw Sulsel) memprediksi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan pada triwulan II 2023 di angka 5,20 persen.

Menurut Kepala BI Sulsel, Causa Iman Karana, pertumbuhan ekonomi Sulsel banyak ditopang oleh sektor konstruksi, ekspor hingga investasi.

"Potensi Sulsel ini bisa lebih tinggi lagi. Konstruksi masih cukup baik, ekspor, semua bergerak. BI Sulsel bersama pemerintah Provinsi mendorong percepatan investasi melalui Forum PINISI SULTAN," ungkap Causa Iman Karana kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Dia pun mengungkapkan, pada bulan Juli, ada kegiatan business matching dengan investor Korea, dan bulan Agustus 2023 nani, ada business matching dengan investor dari Jepang.

Dorong Proyek Investasi Triliunan Rupiah lewat SSIC

Pekan ini, Forum Percepatan Investasi, Perdagangan, Perindustrian, dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan atau Pinisi Sultan yang merupakan kolaborasi antara Bank Indonesia (BI) Sulsel dan Pemprov Sulsel kini membentuk South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2023.

SSIC menjadi wadah yang disediakan Forum PINISI SULTAN untuk menjaring proyek investasi potensial yang ada di 24 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan. Hasil dari penjaringan tersebut kemudian akan dipasarkan ke berbagai investor baik dalam negeri maupun luar negeri.

Causa Iman Karana menjelaskan, program yang diusung tersebut merupakan hasil pengamatan pila investasi yang ada di Sulsel yang kian meningkat. Pada triwulan I 2023, perekonomian Sulsel tumbuh kuat 5,29 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan IV 2022 dan lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,03 persen (yoy).

"Ini didorong oleh peningkatan realisasi investasi dan perbaikan investor condifedence yang ditandai oleh meningkatnya Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 5,72 persen (yoy) pada triwulan I 2023 dan realisasi investasi Sulsel dari PMA maupun PMDN yang meningkat sebesar 42% (yoy) atau Rp3,04 triliun," jelasnya.

Lebih rinci, ia menerangkan kalau kegiatan SSIC merupakan acara tahunan yang rutin diselanggarakan KPw BI Provinsi Sulsel bekerja sama dengan Pemprov Sulsel sejak tahun 2021.

Kegiatan ini diikuti oleh Pemerintah Provinsi yang tergabung dalam PINISI SULTAN diantaranya DMPTSP Sulsel, Bappelitbangda Sulsel, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, serta Dinas Pariwisata Sulsel, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Project Owner Investment Project Ready to Offer (IPRO), sampai Bupati dan Walikota se-Sulawesi Selatan.

Kegiatan bertajuk "Strengthening a Fast-Growing, Inclusive and Sustainable Economy" itu ditargetkan untuk menjaring 24 usulan proyek investasi senilai Rp9,12 triliun dari 24 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan untuk diambil 5 projek investasi terbaik.

"Kelima proyek investasi tersebut adalah Pengolahan Rumput laut dari Kabupaten Bone, Pengembangan Kawasan Industri Bantaeng Pabrik Baterai Litium dari Kabupaten Bantaeng, Parepare hotel dan convention hall dari kota Pare-Pare, Industri Pengalengan Ikan Sarden Terintegrasi dari Kabupaten Sinjai, serta Pengembangan Kawasan Minapolitan Selayar (KMS) dari Kabupaten Selayar," terangnya.

Proyek tersebut lanjutnya, akan diusulkan dalam promosi investasi untuk para investor yang ada di dalam maupun di luar negeri.