Terkini.id, Jakarta - Pendapat netizen tentang dokter Sunardi, terduga teroris yang ditembak mati Densus 88 terbelah. Sebagian mendukung Dokter Sunardi dan dicitrakan sebagai orang yang baik dan sedang mengalami sakit stroke.
Disebutkan juga, akibat sakit yang dialaminya, Dokter Sunardi sulit berjalan dan harus memakai tongkat. Namun, beberapa potongan video beredar di media sosial menunjukkan seorang diduga Dokter Sunardi bisa berjalan.
Dalam rekaman video CCTV itu, pria yang disebut adalah Dokter Sunardi terlihat sempat melepas tongkatnya saat berjalan. Belum diketahui pasti kebenaran video tersebut.
Video itu disebarkan beberapa akun influencer, salah satunya Yusuf Muhammad. Lewat akun twitter @yusuf_dumdum, Yusuf Muhammad berkomentar Dr Sunardi melawan petugas pakai mobil, bukan secara fisik.
“Kenapa dr. Sunardi gak disergap di rumah saja, kenapa hrus di jalan ?Lagian beliau kan lumpuh, gak mungkin bisa melawan. Begitu protes gerombolan bandit teroris dunia maya.
Ngelawannya bukan scara fisik, tapi pakai mobil! Nih coba lihat pakai mata, jgn pakai dengkul," tulis akun Yusuf Dumdum.
Video tersebut juga dibagikan akun KataKita.
"Narasi akun-akun pembela teroris katanya dokter Sunardi setengah lumpuh gak mungkin bisa nyetir mobil, faktanya dari rekaman CCTV tanggal 9 Maret 2022 dia bisa berjalan normal tanpa tongkat," tulis akun tersebut.
"Itu yang membela teroris sepertinya orang orang barisan sakit hati yang masih tetep gagal move on... Bravo densus 88," komentar akun Mamahh Yasin.
Eks Tetangga Sebut Pernah Bubarkan Jemaah Salawatan

Salah satu akun twitter, @rosedah76 membagikan utas berisi video komentar mantan tetangga dan Ketua RT/RW di sektiar rumah dr Sunardi.
Video tersebut memuat kesaksian tetangga yang menyebut Sunardi bisa mengendarai mobil sendirian. Seorang mantan tetangga Sunardi bahkan menyebut acara salawatan yang digelar di rumahnya dibubarkan oleh dokter Sunardi.
Dalam video tersebut, terlampir narasi soal Mantan Tetangga dr Sunardi, Gus Arif yang mengaku pada sekitar 2020 pernah tinggal bersebelahan dengan dokter sunardi.
"Ternyata Teroris dr Sunardi pernah bubarkan dan mengusir acara Shalawatan tetangganya alasannya Bid'ah.. So?? Nilai sendiri lah," tulis akun @rosedah76.
Disebutkan, GUs Arif tinggal di sebelah rumah dokter Sunardi, dengan mengontrak rumah dari seorang bernama Syarif. Saat itu, Gus Arif dan jemaah pengajian menggelar sholawatan di rumahnya, lalu disebutkan Dokter Sunardi marah lalu mengusir Gus Arif dan jemaahnya.
"Mereka datang (orang yang minta bubar), mendem (sedang mabuk)... awalnya mereka dibayar," ucap Gus Arif.
"Dibayar sama pak dokter..." tanya seseorang dalam video tersebut.
"...disuruh pak dokter. Intinya kami disuruh keluar dari situ..." ujar Gus Arif lagi.
Selain video Gus Arif, beredar juga kesaksian Bambang Pujiono, Ketua RT 03/07 Gayam Sukoharjo di lingkungan tempat tinggal dr Sunardi.
Bambang dalam video tersebut menyatakan bahwa dr Sunardi biasa mengendarai mobil sendiri ke mesjid.










