Bawa Kabar Tak Sedap, BPS Ungkap Pandemi Bikin Orang Miskin Naik 1,12 Juta Setahun!

Bawa Kabar Tak Sedap, BPS Ungkap Pandemi Bikin Orang Miskin Naik 1,12 Juta Setahun!

Effendy Wongso

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Bawa kabar tak sedap, BPS ungkap pandemi bikin orang miskin naik 1,12 juta setahun! Badan Pusat Statistik alias BPS mengungkapkan kabar tak sedap terkait jumlah penduduk prasejahtera atau miskin di Indonesia. Hal itu dijelaskan Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers secara virtual yang dihadiri Kepala BPS se-Indonesia, Kamis 15 Juli 2021.

BPS mencatat, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2021 sebanyak 27,54 juta. Angka ini memang menurun 0,01 juta orang ketimbang September 2020. Tetapi bila dibandingkan dengan periode Maret 2020, maka terjadi peningkatan 1,12 juta orang.

Pada Maret 2021, persentase penduduk miskin pada 2021 tercatat 10,14 persen. Ada penurunan 0,05 persen terhadap September 2020, dan naik 0,36 persen terhadap Maret 2021.

“Kemiskinan Maret 2021 ini persentasenya 10,14 persen,” ungkap Margo, seperti dilansir dari finance.detik.com, Kamis 15 Juli 2021.

Ia mengungkapkan, jumlah penduduk miskin pada Maret 2021 di wilayah perkotaan naik sebanyak 138.100 orang dibandingkan September 2020. Dari 12,04 juta orang pada September 2020 menjadi 12,18 juta orang pada Maret 2021.

Selanjutnya pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin di perdesaan turun sebanyak 145 ribu orang. Dari sebelumnya sekitar 15,51 juta orang pada September 2020 menjadi 15,37 juta orang pada Maret 2021.

Sementara itu, secara persentase penduduk miskin di perkotaan pada September 2020 tercatat sebesar 7,88 persen, kini naik menjadi 7,89 persen pada Maret 2021. Adapun persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2020 sebesar 13,2 persen, turun menjadi 13,1 persen pada Maret 2021.

Jumlah penduduk miskin terbesar berada di wilayah Pulau Maluku dan Papua, yaitu sebesar 20,66 persen. Sementara itu, persentase penduduk miskin terendah berada di Pulau Kalimantan, yaitu sebesar 6,09 persen.

Dari sisi jumlah, sebagian besar penduduk miskin masih berada di Pulau Jawa sebanyak 14,75 juta orang, sementara jumlah penduduk miskin terendah berada di Pulau Kalimantan 1,01 juta orang.

Margo menjelaskan, pada periode Maret 2010-Maret 2021, tingkat kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan, baik dari sisi jumlah maupun persentase, kecuali pada September 2013, Maret 2015, Maret 2020, dan September 2020.

Ia menambahkan, penyebab kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin di Indonesia juga mengalami perubahan. Pada periode September 2013 dan Maret 2015, kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin dipicu kenaikan harga barang kebutuhan pokok sebagai akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak.

“Sementara itu, kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin pada periode Maret 2020 dan September 2020 disebabkan oleh adanya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia,” jelas Margo.