Balas Ngabalin, Mardani Singgung soal Mahasiswa Sering Jadi Korban Penangkapan dan Pemukulan

Balas Ngabalin, Mardani Singgung soal Mahasiswa Sering Jadi Korban Penangkapan dan Pemukulan

R
Resty

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, menanggapi Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin yang meminta mahasiswa untuk jangan mengancam Joko Widodo alias Jokowi.

Mardani menyentil balik bahwa justru selama ini, justru mahasiswa yang sering menjadi korban penangkapan dan pemukulan.

Untuk diketahui, sebelumnya Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) menang mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar karena Presiden Jokowi tidak memberikan sikap terhadap tuntutannya.

Terkait ini, Mardani Ali Sera mengatakan bahwa mahasiswa mempunyai hak sebagai penjaga nurani negeri, termasuk melalui demonstrasi atau aksi.

Ia menyinggung bahwa reformasi pada tahun 1998 juga digerakkan oleh para mahasiswa sebagai penjaga nurani negeri.

“Jadi wajar jika pembatasan dua periode terancam mahasiswa bergerak,” kata Mardani melalui akun Twitter pribadinya pada Kamis, 8 April 2022.

“Tentang ancam mengancam, mahasiswa seringnya jadi korban penangkapan dan pemukulan. Nggak usah takut,” sambungnya.

Mardani Ali Sera melanjutkan bahwa pihak yang kerap melakukan aksi anarkis justru adalah para penguasa.

“Yang anarki biasanya yang berkuasa, bukan mereka yang menjaga nurani bangsa,” katanya.

Diketahui, AMI telah menggelar aksi unjuk rasa di Kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat 1 April 2022 lalu.

Tuntutan aksi mereka adalah menolak penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Perwakilan AMI, Bayu Satria Utomo mengatakan BAHWA penolakan penundaan Pemilu yang berujung pada perpanjangan masa jabatan Presiden perlu disikapi oleh Jokowi.

Jika Jokowi tidak bersikap tegas, kata Bayu, mahasiswa mengancam akan turun ke jalan dalam jumlah yang lebih besar.

Merespons hal ini, Ali Mochtar Ngabalin meminta kepada mahasiswa untuk melemparkan ancaman apalagi kepada kepala negara.

“Tidak bagus, tidak baik dalam karakter dan prinsip dasar mahasiswa kalau mengancam. (Jokowi) kepala negara lho ini,” kata Ngabalin pada Selasa, 5 April 2022.

“Jadi ya negeri ini kan pewaris takhta pertama mahasiswa. Mereka akan jadi pemimpin-pemimpin besar republik ini. Mulai sekarang mereka harus menyampaikan pendapat dengan baik, enggak usah main ancam,” sambungnya.