Terkini, Makassar - Polres Pelabuhan Makassar menetapkan dua orang menjadi tersangka kasus terhadap penganiayaan terhadap dua anak di Makassar. Kedua tersangka tersebut berinisial AY (37) dah NI (28).
Kedua pelaku diduga kuat melakukan penyiksaan kepada kedua anaknya saat berada di wisma tersebut, Jalan Flores, Kecamatan Wajo, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat 6 Februari 2025.
Kedua pelaku tersebut merupakan pasangan suami istri, AY merupakan bapak kandung korban dan NI merupakan ibu tri korban.
Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Restu Wijayanto mengatakan, pihaknya telah melakukan gelar perkara, bersasarkan hasilnya terduga pelaku ada empat orang, namun saat ini dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
"Penetapan tersangka ini berdasarkan hasil gelar perkara dengan Polda Sulsel," kata Restu Wijayanto.
Kedua pelaku diduga kuat melakukan penyiksaan kepada kedua anaknya saat berada di wisma tersebut.
Kedua tersangka ini dikenakan Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara selama 5 tahun. Sedangkan dua terduga pelaku lainnya diketahui kakak kandungnya berinisial S (15) dan G (16) diduga turut melakukan penganiayaan karena di bawah tekanan oleh orang tuanya.
Keduanya terduga ini juga akan diproses, namun tetap mendapat pendampingan dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPA) Makassar untuk kelanjutan proses lebih lanjut. Dan pihak UPT PPA siap menitip anak yang jadi korban dari kejadian itu.
"Ada dua anak berkonflik dengan hukum. (Perannya), menyuruh melakukan, membiarkan terjadinya kekerasan, juga mereka melakukan kekerasan secara langsung. Ibunya melakukan pemukulan, penyiraman. Orang tuanya ini juga melakukan penganiayaan langsung, menyiramkan air panas (tubuh anak korban)," katanya .
Sejauh ini, kondisi korban yang dirawat di Rumah Sakit Bayangkara usai kejadian telah menunjukkan perkembangan dan kondisi dua anak korban berangsur-angsur pulih. Meski demikian, kondisi salah satu anak korban mengalami kekurangan gizi.
"Hari minggu kemarin saya cek, alhamdulilah ada peningkatan signifikan. Jadi, kesehatan mereka sudah mulai membaik, kemudian yang diutamakan adalah kondisi kurang gizinya, karena yang satu gizi buruk, yang satunya gizi sedang," pungkasnya.









