ASITA Sulsel Bersama BI Kumpulkan Lintas Asosiasi dan Stakeholder, Bahas Strategi Promosi Pariwisata

ASITA Sulsel Bersama BI Kumpulkan Lintas Asosiasi dan Stakeholder, Bahas Strategi Promosi Pariwisata

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Dirinya juga berharap agar kolaborasi tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga berbagai asosiasi, pelaku usaha, hingga komunitas.

Menurut Didi, market Asia membutuhkan adanya sinergi. Semua asosiasi diharapkan berperan aktif.

"Kalau kita keroyok bersama-sama, saya yakin hasilnya akan maksimal,”tegasnya.

Di sela pertemuan yang bertajuk “Sinergi Stakeholders Pariwisata untuk Promosi Global" tersebut, Didi tidak lupa menyampaikan bahwa Rakernas ASITA akan diselenggarakan di kota Makassar pada Mei 2026 mendatang.

"Rakernas ASITA yang rencananya akan digelar di Makassar tahun depan. Di sini akan menghadirkan banyak travel agent dan stakeholder pariwisata dari seluruh Indonesia. Ini kesempatan emas untuk kita ramaikan bersama," bebernya.

"Kami berharap dukungan transportasi, khususnya maskapai penerbangan, dalam meningkatkan konektivitas. Kerjasama ini harus terus ditingkatkan agar promosi berjalan maksimal dan konektivitas destinasi semakin baik,”harapnya.

Salah satu Ketua Asosiasi yang hadir adalah Ketua PHRI Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga. Dalam penyampaiannya mengatakan pariwisata adalah sektor yang dapat digerakkan dengan cara sederhana, yakni melalui penyelenggaraan event.

ASITA Sulsel Bersama BI Kumpulkan Lintas Asosiasi dan Stakeholder, Bahas Strategi Promosi Pariwisata
Rapat koordinasi ASITA Sulsel Bersama Lintas Asosiasi dan Stakeholder, Bahas Strategi Promosi Pariwisata Sulawesi Selatan

“Sebenarnya pariwisata itu sederhana saja. Yang paling mudah menggerakkan pariwisata dan stimulus ekonomi adalah banyak event. Dengan banyaknya event, pasti semua sektor akan bergerak,”imbuh Anggiat.

Anggiat juga menilai forum yang diinisiasi ASITA ini untuk mempertemukan lintas asosiasi tersebut sangat strategis untuk menindaklanjuti berbagai peluang.

“Forum ini satu poin dari diskusi kita. Para asosiasi, para ketua, harus bertemu dengan beliau. Bagaimana konteks bantuan itu, bagaimana SOP-nya, dan bagaimana takaran kegiatan yang didukung,"ujarnya.