ART Ini Diadili karena Diduga Campur Darah Menstruasi dan Urinnya dalam Makanan Majikan!

ART Ini Diadili karena Diduga Campur Darah Menstruasi dan Urinnya dalam Makanan Majikan!

Effendy Wongso

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Singapura - ART ini diadili karena diduga campur darah menstruasi dan urinnya dalam makanan majikan! Seorang asisten rumah tangga (ART) berusia 44 tahun, Rowena Ola Canares diadili lantaran diduga mencampurkan sebagian air urin dan darah haid atau menstruasinya ke dalam makanan majikannya.

ART asal Filipina itu mulai diadili di Pengadilan Negeri Singapura, Senin 23 Agustus 2021. Rowena Ola Canares dituduh melakukan kejahatan oleh majikannya, seorang insinyur perangkat lunak yang tidak ingin disebutkan namanya guna melindungi identitasnya.

Ia bersaksi di pengadilan untuk memberi keterangan terkait dugaan pelanggaran Rowena.

Menurut si majikan, hal itu diketahuinya ketika mantan pacar Rowena mengiriminya pesan teks melalui WhatsApp.

Kendati demikian, pengacara Rowena berpendapat kliennya telah berbohong kepada mantan pacarnya tentang tindakan tersebut, dan sebenarnya tidak melakukan pelanggaran tersebut.

Dilaporkan, mantan pacar Rowena sendiri, sejak April tahun ini setelah berjuang melawan kanker stadium lanjut.

Rowena Ola Canares mulai bekerja untuk keluarga tersebut pada Mei 2017. Kontraknya diperpanjang dua tahun kemudian untuk dua tahun lagi.

Ia memasak sebagian besar makanan mereka di Apartemen Sengkang Singapura, dan kadang-kadang merawat anak-anak majikan yang saat ini berusia sekitar tujuh dan tiga tahun, istri, dan ibu mertua majikannya.

Rowena bekerja dari sekitar pukul 6.30 pagi hingga 10 malam waktu setempat setiap hari dan biasanya libur pada Minggu, demikian diungkap majikannya.

Majikan Rowena mengatakan kepada pengadilan, sekitar pukul 23.15 setempat pada 15 Desember 2019 lalu, ia menerima pesan WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal.

Tetapi ia mengenali mantan pacar Rowena s, Sarkunan Kasinathan dalam foto profil lantaran pelayan sebelumnya telah menunjukkan foto pria itu kepada ia dan istrinya.

“Ia mengirim pesan (kepada saya dan istri saya), mengatakan ia telah memasukkan darah menstruasi dan urin ke dalam makanan keluarga. Saya kaget,” beber majikan Rowena tersebut.

Tangkapan layar pesan teks, yang dikirim Kasinathan ke majikan Rowena, yang diperlihatkan di pengadilan sebagai barang bukti, menunjukkan Rowena memberi tahu Kasinathan: “Sebelum liburan di India, saya melakukannya sekali”.

Majikan Rowena menjelaskan, keluarga tersebut telah pergi berlibur pada Agustus tahun itu selama sekitar dua minggu.

Pada malam yang sama, majikan dan istrinya pergi ke kantor polisi terdekat untuk melaporkan masalah tersebut. Dua petugas polisi kemudian muncul di rumah mereka dan berbicara dengannya.

“Pada satu titik, ketika petugas menyelidiki, saya mendengar bahwa ia menyebutkan ia telah melakukannya, mencampurkan dua hal itu ke dalam makanan saya. Ia berkata, 'Maaf Pak, maaf Bu', berkali-kali. Tentu saja, kami tidak menerima permintaan maafnya,” ungkap sang majikan bersaksi.

Rowena tidak ditangkap malam itu. Ia tinggal di rumah mereka selama beberapa hari sampai 26 Desember, ketika seorang petugas investigasi menyuruh sang majikan untuk membawanya ke markas Divisi Polisi Woodlands.

Ia tidak bisa membawanya ke agen ART karena telah mempekerjakannya secara langsung, demikian ungkap sang majikan.

Pengacara Rowena, Kalaithasan Karuppaya lantas memeriksa dan menganalisis kliennya terkait insiden tersebut.

Si majikan mengakui, ia tidak tahu persis kapan Rowena mencampurkan darah menstruasi dan urinnya ke dalam makanan keluarga mereka. Pasalnya, mantan pacar Rowena adalah satu-satunya sumber informasi yang ia miliki tentang insiden tersebut.

Ia mengatakan, ketika petugas polisi pertama kali datang ke rumah mereka, Rowena telah berulang kali meminta maaf kepada ia dan istrinya.

Tetapi Kalaithasan, pengacara Rowena tersebut mengatakan kepadanya bahwa ia meminta maaf lantaran menyebabkan ketidaknyamanan bagi mereka. Ia juga menegaskan, kliennya sama sekali tidak mencampurkan darah haid dan air seninya ke dalam makanan mereka.

Sang majikan sendiri tidak setuju atas pembelaan dari pengacara Rowena, dan bilang beberapa hari kemudian jika ia dan istrinya telah menginterogasi Rowena, yang tidak menyangkal melakukan pelanggaran tak terpuji itu.

Ia mengatakan kepada pengadilan, ‘Rowena sendiri telah mengakui telah memasukkan darah haid dan urinnya ke dalam kotak makan siang untuk saya dan istri saya’.

“Saya bertanya kepadanya apakah ia akan melakukan hal ini kepada anak-anaknya sendiri, keluarganya sendiri. Ia (Rowena bilang tidak, maaf, maaf, maaf," beber sang majikan kepada pengadilan.

“Terkait mengapa ia (Rowena) melakukannya, saya rasa kami tidak mendapat jawaban. Bagaimana ia melakukannya, di mana ia meletakkannya? Sampai batas tertentu, kami mendapat jawaban,” demikian imbuh sang majikan.

Sementara itu, Kalaithasan berargumen Rowena tidak menyangkal pelanggaran tersebut karena ia takut kepada majikannya.

Kalaithasan juga bilang, kliennya mengakui hal itu kepada majikannya yang menginterogasinya lantaran ‘dalam keadaan bingung’.

Menanggapi pembelaan dari pengacara Rowena itu, sang majikan mengatakan, “Saya tidak bisa menggambarkan perasaannya, jadi saya tidak punya pendapat.”

Kalaithasan juga menanyakan apakah keluarganya mengalami masalah kesehatan saat Rowena bekerja untuk mereka.

Sang majikan menjawab, anak-anaknya sering mengalami diare tetapi ia tidak dapat menghubungkan ini dengan dugaan pelanggaran ART-nya yang mencampurkan darah menstruasi dan urin tersebut.

Setelah kejadian itu, keluarga sang majikan tidak mempekerjakan seorang pun pembantu lain. Mereka mengaku tidak percaya terhadap ART lagi, terutama untuk menangani makanan mereka lagi.

Seorang petugas investigasi mengambil sikap setelah majikan tersebut memberi tahu pengadilan, ia telah mewawancarai mantan pacar Rowena di Rumah Sakit St Luke sebelum ia meninggal.

Petugas itu mengatakan, ia telah menerima informasi Rowena tidak senang dan mantan pacarnya menyuruhnya melakukan pelanggaran, tetapi pria lainnya membantah terlibat.

Seperti dilansir dari todayonline.com, Senin 23 Agustus 2021, sidang terkait kasus itu dilanjutkan pada Selasa 24 Agustus 2021 besok.

Jika terbukti bersalah, Rowena bisa dipenjara hingga dua tahun atau didenda, atau bahkan keduanya.