Terkini.id, Jeneponto - Mobil rusak Karena kecelakaan saat hendak ke TKP kebakaran, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) minim armada, tersisa 2 unit.
Padahal dengan kemarau berkepanjangan, peristiwa kebakaran di Butta Turatea sudah beberapa kali terjadi.
Minimnya armada Damkar dibenarkan oleh Kabid Damkar, Kepala Bidang (Kabid) Damkar Jeneponto Lahasang.
"Tinggal 2 unit yang beroperasi, namun 1 unit kadang tidak stabil, tapi masih digunakan," kata Lahasang.
Terkait dengan hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai Gerindra Jeneponto sangat prihatin dengan kondisi armada Damkar.
"Dengan minimnya armada Damkar, tentu kita prihatin, sedangkan tahun ini Indonesia dilanda dengan penomena El Nino yang menyebabkan kemarau berkepanjangan sehingga peristiwa kebakaran berpotensi terjadi," jelas Vonny Ameliani kepada terkini.is, yang dikonfirmasi lewat pesan Whatsappnya, Senin, 9 Oktober 2023.
Dengan keprihatinannya, Vonny Ameliani yang juga anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari fraksi Gerindra bakal berupaya untuk memperhatikan hal tersebut.
"Kondisi itu harus menjadi perhatian bagi anggota DPRD Kabupaten, begitu pun saya selaku anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan akan berupaya mendorong program 1 mobil pemadam per kecamatan atau minimal 1 unit mobil Damkar perdapil secara bertahap," kata Vonny Ameliani.
Menurutnya, program tersebut akan diupayakan menjadi program prioritas untuk tahun anggaran 2024.
"Jadi sebaiknya menjadi prioritas, mengingat Jeneponto sangat luas dan rentan terkena bencana kebakaran dan kondisi alamnya yang kering dan berangin kencang," terbangnya.
Sementara, Ketua DPRD Jeneponto, H Arifuddin juga prihatin dengan ketersediaan armada Damkar Jeneponto.
"Sarana pemadam kebakaran maupun alokasi anggaran operasional serta pemeliharaan armada itu sangat penting, itu yang akan menjadi perhatian ke depan," ungkap Arifuddin.










