Terkini.id, Jakarta - Anggota DPR ini minta BIN dan pemerintah waspada usai Taliban kuasai Afghanistan. Usai menguasai Afghanistan, Taliban kini mengambil alih pemerintahan yang ditinggal kabur Presiden Ashraf Ghani yang terguling pada Minggu 15 Agustus 2021 lalu.
Menyusul hal tersebut, anggota Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Muhammad Farhan meminta pemerintah perlu mewaspadai paham radikalisme yang bisa menyusup masuk, di tengah perebutan kekuasaan Taliban di Afghanistan.
Farhan khususnya menyoroti sikap sejumlah tokoh nasional yang ingin merangkul Taliban, seperti mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK.
“Harus disikapi dengan fakta bahwa sikap moderat dan merangkul Pak Jusuf Kalla, beberapa akademisi, dan beberapa ulama NU, mengandung risiko akan ditumpangi oleh kepentingan beberapa kelompok di Indonesia yang memang ingin memasukan paham-paham yang memang bersifat fundamentalistik tersebut,” imbau Farhan dalam diskusi daring, Sabtu 21 Agustus 2021.
Para tokoh nasional itu, sebut Farhan, mengatakan Taliban yang saat ini menguasai Kabul, Afghanistan sudah lebih moderat ketimbang dulu. Mereka juga meyakini bisa mengubah keyakinan Taliban agar tak menjadi radikal.
Farhan mengatakan, Komisi 1 berharap pemerintah konsisten menyaring masuknya paham-paham yang dapat membangkitkan kembali radikalisme di Indonesia.
“Kami akan meminta pada Badan Intelijen Negara (BIN), Lembaga Pertahanan Nasional, juga beberapa lembaga strategis di TNI dan di Kementerian Luar Negeri untuk memulai sebuah program, bagaimana kita membangun kembali pertahanan agar kita bisa mencegah infiltrasi paham-paham tersebut," tegasnya, seperti dilansir dari tempo.co, Sabtu 21 Agustus 2021.
Farhan juga meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk bisa lebih aktif melacak kehadiran infiltrasi paham radikal Taliban melalui berbagai saluran, terutama media digital.
Ia juga berharap Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dapat membangun sebuah pertahanan yang lebih kuat di Indonesia.










