Terkini.id, Makassar - Anggaran pembangunan dan rehabilitasi drainase sebesar Rp41 miliar terancam jadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA).
Pasalnya, progres lelang proyek tersebut stagnan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Makassar.
Sekretaris Komisi C DPRD Makassar, Fasruddin Rusli tak yakin proses pengerjaan dan rehabilitasi drainase ini bakal selesai.
Dia menilai, pihak kontraktor juga bakal takut untuk menggarap proyek tersebut dengan waktu yang singkat.
"Kontraktor yang menang tender pasti takut karena kurang lebih 35 hari lagi sudah proses pembayaran," kata Sekretaris Komisi C Fasruddin Rusli, Senin, 22 November 2021.
Menurutnya, pihak kontraktor tidak mungkin mau menjalankan proyek drainase, terlebih dengan anggaran yang besar.
"Saya rasa banyak proses tender yang tidak berjalan. Ini yang akan menjadi SILPA," kata dia.
Oleh sebab itu, untuk pencegahan banjir ke depan, ia meminta pemerintah kota melakukan proses tender di awal tahun.
"Maksudnya ketika sudah ketok palu itukan tender yang muatannya di atas 20 miliaran itu sudah bisa jalan. Sehingga tidak ada lagi pengambatan di masalah pokok," ucapnya.
Ia berharap tak ada lagi anggaran pokok yang dialihkan ke anggaran perubahan, apalagi perbaikan drainase dianggap sangat mendesak.
"Itu harus dilakukan diawal tahun. Sehingga produktifitas pemerintah kota bisa terukur," ungkapnya.
Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum telah memetakan dan memprogramkan 12 titik pembangunan drainase dengan anggaran Rp8 miliar dan 25 titik rehabilitasi drainase dengan anggaran Rp25 miliar.
Dilansir dari LPSE Makassar, dari 12 rencana pembangunan drainase. Tiga di antaranya berstatus masa sanggah, 6 sedang dalam proses evaluasi adminstrasi, kualifikasi teknis dan harga.
Satu sedang dalam proses penandatangan kontrak dan 2 paket telah selesai tender, yakni pembangunan di Jalan Pattimura dan Jalan Karunrung.
Sementara, 10 paket rehabilitasi sedang dalam proses evaluasi adminstrasi, kualifikasi teknis dan harga. Kemudian 14 paket dalam proses masa sanggah dan 1 paket telah selesai tender yakni di Kawasan Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala.
Plt Kepala Seksi Pembangunan Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PU Kota Makassar, Jumain, mengaku pesimis program tersebut bakal selesai sebelum akhir tahun.
Meski sudah ada yang selesai tender, kata dia, itu belum ditindaklanjuti untuk pengerjaan teknis.
"Sementara masih berjalan di LPSE. Memang ada yang sudah selesai tender, tapi itupun belum masuk pengerjaan teknis," ujar Jumain.
Sekalipun jika dilakukan pengerjaan teknis, sambung Jumain, pihaknya bakal meneken surat pernyataan dengan pihak pemenang tender terkait kesanggupan menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu yang telah ditentukan.
"Kalau misalnya jadi dikerjakan, kami bakal buat surat pernyataan ke kontraktor yang mau bekerja sebagai bentuk penekanan bahwa mereka sanggup laksanakan. Karena ini tinggal sebulan lebih lagi," jelasnya.
Jumain mengaku pihaknya sudah cukup lama memasukkan berkas ke bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP), namun proses tendernya memakan waktu.
"Berkas sudah lama kami serahkan, tapi mungkin gara-gara pandemi, jadi terhambat semua," pungkasnya.









