Aliansi Mahasiswa Bersuara Soal Kenaikan BBM, Warganet: Ada Wujud Intimidasi dan Brutalisasi Aparat

Aliansi Mahasiswa Bersuara Soal Kenaikan BBM, Warganet: Ada Wujud Intimidasi dan Brutalisasi Aparat

Alhini Zahratana

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Kenaikan harga BBM menjadi problem baru bagi masyarakat. Hal ini mengindikasi terjadinya unjuk rasa pada Senin, 4 April 2022 lalu, sejumlah pemuda mengatasnamakan aliansi mahasiswa Tasikmalaya menggelar demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax di depan kantor Depo Pertamina Tasikmalaya.

Mereka mengatakan, kenaikan harga BBM jenis Pertamax bisa menjadi awal mula kenaikan BBM subsidi Pertalite dan Solar.

Aksi tersebut sempat menimbulkan kericuhan antara aparat kepolisian dan para mahasiswa.

Pasalnya, para mahasiswa mencoba membakar ban pinggir jalan raya yang bertempat di depan pintu masuk Depo Pertamina.

Polisi menggagalkan aksi tersebut dengan sigap memadamkan api karena dinilai membahayakan.

Tak hanya itu, massa aksi juga memasang spanduk berisi tulisan penyegelan Depo Pertamina dengan harapan pemerintah bersedia mendengarkan aspirasi masyarakat yang tengah merasa terbebani.

Korlap aksi Satria Ilham mengatakan, pihaknya mengharapkan agar Depo Pertamina satu pemikiran dengan mereka untuk menolak kenaikan harga Pertamax.

Meski sempat hendak dibubarkan petugas Kepolisian, para mahasiswa tetap berjibaku melanjutkan aksinya dengan penjagaan ketat petugas Kepolisian.

Aksi unjuk rasa masih terus berlangsung meski diguyur hujan dan dijaga ketat Petugas Kepolisian setempat.

“Setelah dari sini kita akan lanjut ke Gedung DPRD dan Kantor Wali Kota dan selanjutnya secara nasional,” tegasnya.

Adanya peristiwa ini menuai komentar warganet. Sebagiannya menyayangkan sikap aparat yang dinilai menggunakan kekerasan secara berlebihan dalam mengamankan unjuk rasa tersebut.

"Intimidasi dan brutalisasi aparat hari ini, tindakan refresif aparat menciptakan korban dari massa mahasiswa yang sedang berdemo dalam menyuarakan ketidak-sepakatan atas kenaikan harga Pertamax di Tasikmalaya" tulis akun @Bintangnuklir.