Terkini.id, Internasional - Salah satu penasihat utama Perdana Menteri Israel yakni Mark Regev mengatakan bahwa pihaknya memang ingin berdamai dengan Palestina.
Kendati demikian, Mark mengaku sulit bagi pihaknya untuk berdamai dengan Hamas.
Sebagai informasi, Hamas merupakan organisasi pergerakan Islam tersbesar di Palestina dengan sayap militer.
Mengutip dari Beritasatu, Mark menilai bahwa pihaknya tak bisa berbuat apa-apa karena Hamas disebutnya tak setuju dengan solusi yang telah diberikan.
"Apa yang bisa Anda lakukan kalau Hamas menentang semua solusi politik?" tuturnya, dikutip dari terkini.id, Sabtu 21 Mei 2021.
"Saya harap kami bisa berdamai dengan warga Palestina, tetapi hal itu tidak akan terjadi dengan Hamas," tegasnya.
Menurut Mark, Hamas-lah yang pertama kali menggencarkan serangan kepada pihaknya.
"Mereka memulai rangkaian tindak kekerasan ini tanpa alasan apa pun dan mereka sekarang sudah menanggung akibatnya,” jelas Mark.
Sebagai informasi, kini pihak Israel dan Palestina telah menyepakati adanya gencatan senjata.
Kabar ini disampaikan langsung oleh pihak Hamas Palestina serta di televisi nasional Mesir pada Kamis 20 Mei 2021.
Akan tetapi, kedua belah pihak belum mengumumkan sampai kapan gencatan senjata tersebut berlaku.










