Aktivis Kampus UMY Diduga Perkosa Mahasiswi: Baru Kenal 3 Hari Langsung Ajak Hubungan Badan

Aktivis Kampus UMY Diduga Perkosa Mahasiswi: Baru Kenal 3 Hari Langsung Ajak Hubungan Badan

Muh Ikhsan

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Aktivis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) inisial MKA alias OCD diduga melakukan pelecehan seksual terhadap rekan perempuannya sesama mahasiswa.

Kasus ini mencuat setelah akun Instagram @dear_umycatcallers mengunggah narasi dugaan kasus beserta 6 foto termasuk tangkapan layar percakapan antara terduga pelaku dan korbannya.

“Pemerkosaan oleh salah satu aktivis gerakan terbesar di kampus dan demisioner BEM Fakultas dan Universitas,” demikian bunyi unggahan akun @dear_umycatcallers dikutip dari Cnnindonesia.com.

Akun tersebut pada kolom caption lantas membeberkan kronologi kasus yang diduga dilakukan oleh MKA alias OCD.

Kejadiannya kurang lebih 3,5 bulan lalu ketika korban dikenalkan kepada terduga pelaku lewat perantara teman keduanya.

“Kemudian korban dengan MKA mulai chatting. 3 hari kenal, MKA (OCD) meminta korban untuk menemani rapat. Namun MKA (OCD) meminta korban untuk menjemput dengan dalih MKA (OCD) tidak ada motor,” tulis akun tersebut di kolom caption.

Di tengah perjalanan, korban merasa ada yang janggal sebab terduga pelaku memilih jalan yang sepi, bukan jalur menuju lokasi rapat. Lalu, MKA alis OCD mampir ke sebuah toko untuk membeli minuman keras.

Setelahnya, perjalanan berlanjut hingga kamar kos terduga pelaku dan sontak membuat korban bingung.

Sekitar pukul 22.00 WIB, MKA alias OCD kemudian meminta korban untuk melakukan hubungan badan. Korban disebut dalam kondisi sadar, tak minum miras, dan sedang haid.

Terduga pelaku terus memaksa walaupun korban tetap kukuh pada pendiriannya untuk menolak.

“Karena terdesak dan terjadi relasi kuasa yang timpang, korban membersihkan darah haidnya dan terjadilah pemerkosaan.”

“Saat pemerkosaan terjadi, MKA mengataan ke korban ‘kamu yang kuat ya kalo sama aku, soalnya aku hypersex’,”

Akun tersebut menyebutkan, pemerkosaan terjadi taktala korban tak mau berhubungan badan. “Nb: mereka tidak dalam hubungan pacaran,” lanjutnya.

Merespon kejadian ini, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Alumni dan AIK, Faris Al-Fadhat menuturkan, kampus berkomitmen melakukan investasi sampai tuntas.

“Terkait substansi berita yang dilansir oleh media sosial dan media online mengenai dugaan adanya kekerasan seksual yang melibatkan mahasiswa, pihak universitas terus melakukan investigasi hingga tuntas,” tegas Faris.