Nilai Puan dan AHY Bisa Hentikan Polarisasi, Ahmad Khoirul Umam: Bisa Menyudahi Tradisi Politik Dendam

Nilai Puan dan AHY Bisa Hentikan Polarisasi, Ahmad Khoirul Umam: Bisa Menyudahi Tradisi Politik Dendam

Yulneidi Nurwansyah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, JakartaAhmad Khoirul Umam selaku Analis Politik yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Indostrategic menilai Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY bisa menghentikan polarisasi dan tradisi politik dendam.

Ahmad Khoirul Umam pun menyebutkan bahwa kedua sosok pemimpin tersebut bisa membawa era baru yang lebih segar bagi PDI Perjuangan dan Partai Demokrat.

Kedua sosok penting tersebut dinilai bisa menghentikan tradisi politik dendam yang telah lama bersemayam diantara kedua partai besar tersebut.

“PDIP dan Partai Demokrat itu tidak memiliki perbedaan ideologi. Keduanya sama-sama nasionalis dan juga dekat dengan elemen Islam moderat. Karena itu, pertemuan Puan dan AHY nantinya harus bisa menyudahi tradisi politik dendam,” ujar Ahmad Khoirul Umam yang dilansir dari Suara, Jumat 15 Juli 2022.

Ahmad Khoirul Umam juga menuturkan bahwa apabila pertemuan PDIP dengan Demokrat benar-benar terjadi, maka itu adalah satu langkah maju untuk memunculkan politik yang lebih segar.

Menurutnya Puan dan AHY sebagai sosok pemimpin muda seharusnya memiliki sudut pandang yang egaliter.

Karena menurutnya, bangsa Indonesia ini harus dibangun dengan berlandaskan kolaborasi dan sinergi.

“Puan dan AHY harus bisa menjadi agen perubahan di lingkaran masing-masing yang bisa menetralisir anasir-anasir konfliktual guna menghentikan polarisasi dan perpecahan,” tambah Khoirul.

Khoirul melanjutkan bahwa jika pertemuan nanti benar-benar terjadi maka pertemuan tersebut bukan hanya membahas soal politik belaka. Namun juga harus dibangun berdasarkan itikad yang baik.

"Karena, pertemuan Puan-AHY nantinya tidak boleh hanya sekadar manuver politik basa-basi, tetapi benar-benar harus dilandaskan pada itikad baik bagi hadirnya "silaturahmi substansi" berupa pertemuan visi dan misi kebangsaan yang lebih produktif dan kolaboratif, antar semua elemen bangsa ke depan," pungkasnya.