Terkini.id, Jakarta - Pegiat media sosial, Dede Budhyarto menanggapi pernyataan mantan juru bicara presiden era Gus Dur Adhie Massardi yang menyebut anak presiden tidak boleh berbisnis secara etika dan moral.
Dede Budhyarto pun lewat cuitannya di Twitter, Selasa 18 Januari 2022, melontarkan sindiran menohok terhadap pernyataan Adhie Massardi yang menyebut anak presiden tidak boleh berbisnis itu.
Dilihat dari pernyataan Adhie Massardi itu, tampak eks jubir Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu menyebut secara etika dan moral anak presiden tidak boleh berbisnis.
"Secara Etika dan Moral, Anak Presiden Tidak Boleh Berbisnis," cuit Adhie Massardi.
Menurut Adhie, apabila anak presiden tetap ngotot ingin berbisnis maka alasa Hak Anak Menantu (HAM) harus dicabut dulu.
Pasalnya, menurut Adhie, HAM itu terkait dengan TAP MPR Nomor XI Tahun 1998 tentang penyelenggara negara harus bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
Menurutnya, TAP MPR itulah yang menjadi landasan MPR melengserkan rezim Orde Baru Soeharto.
"Kalau tetap ngotot ingin berbisnis alasan HAM (Hak Anak Menantu) better cabut dulu itu TAP MPR No XI Th 1998 (tentang penyelemggara negara bebas KKN) yang jadi landasan menyudahi rezim Orde Baru," tuturnya.
Menanggapi kicauan Adhie Massardi itu, Dede Budhyarto pun mengatakan bahwa dirinya mengira Adhie adalah sosok yang cerdas lantaran pernah menjadi juru bicara presiden.
Akan tetapi, kata Dede Budhyarto, ternyata sosok Adhie Massardi adalah orang sontoloyo alias bodoh lantaran menyebut anak presiden tak boleh berbisnis.
"Kirain cerdas karena pernah jadi Jubir Presiden, ternyata anda SONTOLOYO juga," ujarnya.










