Terkini.id, Makassar - Ketimpangan pendidikan di Kota Makassar salah satunya karena jumlah guru di daerah kepulauan dan daratan tak merata. Untuk mengatasi itu, Pemerintah Kota Makassar bakal mutasi guru.
Kepala Disdik Makassar, Muhyiddin menyebut bakal melakukan evaluasi dan rotasi guru untuk mengatasi ketimpangan guru di wilayah daratan dan wilayah kepulauan.
Pasalnya, selama ini sekolah-sekolah yang berada di wilayah kepulauan sangat kekurangan tenaga pengajar. Sementara di wilayah lain, justru berlebihan.
"Kalaupun dia diangkat tenaga kontrak, kami coba mutasi ke pulau. Kalau tidak mau, kita coret. Apalagi ada Laskar Pelangi, ini akan kami atur ulang penempatannya sesuai dengan kebutuhan," kata Muhyiddin, Senin, 10 Januari 2022.
Akibat dari ketimpangan guru ini, Muhyiddin menyebut ada guru yang bahkan tak mampu memenuhi waktu mengajar minimal 24 jam dalam sepekan.
"Jangan sampai banyak guru yang tidak terbayar sertifikasinya karena tidak cukup jam mengajarnya," jelasnya.
Sementara itu, Juru Bicara Dewan Pendidikan Kota Makassar, Fachrudin Palapa berharap, pemerataan penempatan guru bisa dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru, khususnya yang mengajar di wilayah kepulauan.
Menurut dia, kesejahteraan guru, apalagi tenaga kontrak, masih sangat minim. Padahal perannya sangat krusial dalam memajukan pendidikan.
Tak jarang, upah yang diterima jauh dari kata layak, dan tidak sebanding dengan besarnya pengorbanan yang dilakukan.
"Sementara kalau mau dibilang yang berkontribusi ini lebih besar dari ASN, tapi gaji mereka ini masih sangat sedikit," ungkap Fachrudin.










