Lah Kok? ACT Malah Dibela: Yahudi Ingin Ambil Dana ACT

Lah Kok? ACT Malah Dibela: Yahudi Ingin Ambil Dana ACT

Mahipal

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Dugaan kasus penyelewengan donasi ACT ternyata tidak membuat semua pihak membenci organisasi tersebut

Tagar #KamiPercayaACT mulai bermunculan di twitter, menandakan tidak semua pihak membenci ACT, seorang warganet bahkan malah menduga Yahudi ingin ambil dana ACT.

Warganet yang menduga isu itu merupakan pengguna twitter dengan akun @IATeam_ sebagaimana dilansir Terkini.id pada Selasa, 5 Juli 2022.

"Sepertinya kaum liberal Syi'ah, komunis, Yahudi mulai berencana ingin mengambil alih dana ACT," tulis sang pengguna twitter dalam cuitannya.

"Apapun itu fitnah yg klian buat. Oh ...tidak Bisa! #KamiPercayaACT," tulis sang warganet menandaskan cuitannya.

Lah Kok? ACT Malah Dibela: Yahudi Ingin Ambil Dana ACT
Cuitan pegiat twitter (@IATeam_)

Sebagaimana diwartakan sebelumnya bahwa Ahyudin, petinggi ACT yang baru saja dilengserkan disebut menerima gaji sampai 250 juta rupiah selama menjabat menjadi Dewan Pembina ACT.

Suatu angka yang fantastis, pasalnya ACT merupakan organisasi sosial dan kemanusiaan nirlaba yang menghimpun donasi masyarakat.

Buntut dari isu penyelewengan donasi yang diduga dilakukan oleh petinggi ACT, mulai terbongkar gaji yang diterima petinggi ACT.

Sebagaimana diketahui bahwa ACT merupakan organisasi yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. Secara hukum, ACT berdiri sebagai sebuah yayasan.

ACT merupakan orgganisasi yang menghimpun dana dari para donatur, sedangkan para donatur itu merupakan masyarakat. Artinya ACT menghimpun donasi dari masyarakat untuk disalurkan kepada bantuan sosial dan kemanusiaan.

ACT dikabarkan dapat menghimpun dana sampai ratusan miliar setiap tahunnya. Bahkan pada tahun 2020, organisasi itu menghimpun donasi sebesar Rp. 462 miliar.

Sejumlah anggota staff dan mantan petinggi ACT menduga bahwa krisis keuangan ini disebabkan oleh pemborosan dan penyelewengan dana yang terjadi selama bertahun-tahun.

Ahyudin merupakan salah satu petinggi ACT yang sekarang sudah lengser, ketika menjabat sebagai Dewan pembina ACT, dirinya disebut menerima gaji sebesar Rp. 250 juta.

Sedangkan bawahan Ahyudin, seperti Senior Vice President disebut mendapatkan gaji sebesar Rp. 150 juta. Adapun Vice President sebesar Rp. 80 juta per bulan. Direktur eksekutif mendapat gaji sekitar Rp. 50 juta dan direktur sebesar Rp. 30 juta.