Terkini.id, Jakarta – Ada sebanyak 5000 Guru yang mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) tahun 2016 yang belum jelas statusnya, dan diantara mereka sudah banyak yang mau pensiun, Minggu 5 Juni 2022.
Diberitakan sebelumnya sebanyak 11 guru dari berbagai daerah yang mendatangi Komisi X DPR untuk mengutarakan nasibnya.
Dari 11 guru tersebut, ada yang berasal dari daerah NTT, Bengkulu, Sultra, Aceh, serta beberapa dari mereka yang berasal dari pulau Jawa, Senin 23 Mei 2022, seperti yang dilihat pada unggahan akun undercover.id di Instagram, Sabtu 4 Juni 2022.

Mereka disambut oleh Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf Macan Effendi (Partai Demokrat) dan juga beberapa politikus Senayan, Andreas Hugo Pareira (PDIP), Moh Haerul Amri (Nasdem), dan juga Muhammad Kadafi (PKB).
Ketua Forum Guru Eks PLPG 2016, Ngatijan menyampaikan bahwa dari sekitar 12000 guru yang ikut PLPG, sebanyak 5000 yang belum jelas nasibnya.
“Harapan dan tuntutan kami adalah pemerintah segera memberikan sertifikat pendidik bagi kami. Jangan digantung enam tahun lebih tanpa kejelasan,” ucap Ngatijan sambil mengakui bahwa mereka tidak lulus Ujian Tulis Nasional (UTN) yang dilaksanakan pada akhir PLPG.
Salah satu dari rombongan tersebut yakni Ida Royani Eba Akoit mengatakan bahwa banyak dari mereka yang sudah mau pensiun.
“Mengapa tidak lulus? Banyak di antara kami yang sudah mau pensiun. Kami datang dari pelosok daerah dengan masa pengabdian lebih 20 tahunan. Tiba-tiba harus ikut PTN pakai komputer. Pegang mouse saja gemetaran,” terang Ida Royani Eba Akoit.
Selain itu, Syafarudin Tanjung dari Bengkulu mengatakan bahwa dia mempunyai seorang teman yang sampai akhir hayatnya belum mendapatkan kejelasan statusnya.
“Ada teman saya sampai akhir hayatnya tidak pernah ada kejelasan. Sebelum meninggal masih bertanya bagaimana nasib mendapatkan sertifikat pendidik,” pungkasnya.










