Terkini.id, Makassar - Sedikitnya ada 100 penari dan pemain musik disabilitas tampil memukau di gala dinner hari pertama gelaran Forum Tingkat Tinggi ASEAN tentang Pembangunan Inklusif Disabilitas dan Kemitraan Pasca Tahun 2025 atau The ASEAN High Level Forum (AHLF) on Enabling Disability-Inclusive Development and Partnership beyond 2025 di Makassar, di Benteng Rotterdam Makassar, Selasa 10 Oktober 2023 malam.
Penari yang berasal dari penyandang disabilitas yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ini mengundang decak kagum. Sebab, mereka merupakan penari dari kalangan kaum rungu.

Atraksi mereka yang berupa tarian, lagu, wayang dan musik tradisional sukses memukau belasan delegasi dari berbagai negara, juga pengamat dan perwakilan negara lain seperti Amerika, Inggris, Timor Leste dan Australia serta ratusan peserta dan tamu lainnya yang memadati Benteng Rotterdam Makassar.
Dalam atraksi kesenian tersebut, berbagai penyandang disabilitas menampilkan kemampuannya.
Selain penyandang disabilitas netra, tampil pula penyandang disabilitas rungu wicara, fisik, dan intelektual.

Kesenian yang ditampilkan misalnya, Tari Pakarena dari Sulawesi Selatan, Tari Tanggai dari Sumatera Selatan, Tari Barong dari Bali, Tari Bambangan Cakil dari Jawa tengah serta berbagai tarian lainnya dari berbagai wilayah Nusantara.
Sebagaimana diketahui, AHLF merupakan forum yang terdiri dari para menteri dan pejabat senior ASEAN yang bertanggung jawab atas kesejahteraan sosial.
Hadir pula pimpinan badan sektoral terkait kesejahteraan sosial, entitas terafiliasi ASEAN serta para akademisi.
Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini mengatakan AHLF 2023 merupakan salah satu rangkaian KTT ASEAN di bawah keketuaan Indonesia.

"Para delegasi selain dari 9 negara anggota ASEAN, hadir pula Delegasi Negara Timor Leste, Amerika Serikat, Inggris dan Australia,"jelasnya.










