1.300 Warga Sulsel di Wamena Mengungsi, Rumah Zakat Buka Posko dan Crisis Center

1.300 Warga Sulsel di Wamena Mengungsi, Rumah Zakat Buka Posko dan Crisis Center

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Terkini.id, Wamena - Kerusuhan di Wamena, Papua, ikut berdampak pada ribuan warga Sulsel yang bermukim di daerah tersebut. Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Mansur mengatakan usai kerusuhan di Wamena Papua, sekitar 1.300-an warga Sulawesi Selatan masih mengungsi. Mansur mengatakan, warga yang mengungsi dari Wamena dan kini berada di Jayapura kurang lebih sekitar 1.300-an orang. Warga Sulsel tersebut ditampung di rumah-rumah tongkonan warga, di Asrama Lanud 751 Jayapura, Rindam Jayapura, dan sebagian ada di keluarga masing-masing. Dia menambahkan, kondisi terakhir sudah aman dan kondusif. Branch Manager Rumah Zakat Makassar menuturkan, mengantipasi kedatangan pengungsi dari Wamena, Rumah Zakat Makassar sudah mendirikan Posko Crisis Center. Posko ini siap melayani para pengungsi yang membutuhkan bantuan berupa penginapan, akomodasi, dan lainnya. “Jadi kami terus memantau keadaan saudara-saudara kita di Wamena, kami sudah memantau bandara dan koordinasi dengan berbagai dinas terkait, namun memang belum ada pengungsi Wamena yang tiba di Sulsel,” terangnya.

Aksi Kemanusiaan Gempa Ambon

Untuk Gempa Ambon, Rumah Zakat menurunkan 10 relawan tim evakuasi dan medis, mendistribusikan paket makanan siap saji, paket kornet superqurban, air mineral, serta layanan medis. "Gempa susulan terus terjadi di Ambon Maluku. Oleh karena itu para relawan di lokasi selalu bersiap siaga sehingga bila terjadi gempa yang lebih besar, kita dapat melakukan hal preventif untuk meminimalisir dampak negatifnya," ujar CEO Rumah Zakat Nur Efendi. Menurut Efendi untuk kedepannya para relawan akan terus melakukan distribusi bantuan logistik, pendampingan psikososial, layanan medis, serta turut melakukan pembersihan reruntuhan puing bangunan. Sementara itu kebutuhan mendesak dari para pengungsi saat ini antara lain makanan siap saji, perlengkapan khusus wanita, obat, tenda, dan perlengkapan balita.