Terkini.id, Jakarta - Setiap orang tentunya menginginkan bisa hidup sehat, sehingga untuk mendapatkan semuanya itu dibarengi dengan pola makan teratur dan asupan makanan yang bergizi.
Indonesia sebagai negara yang mayoritas masyarakatnya muslim, sehingga potensi Indonesia sebagai negara pengembang produk halal belumlah tergarap optimal.
Karena itu dibutuhkan semacam penggerak guna memacu perkembangan produk halal di tanah air.
Salah satunya seperti yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dengan menggelar Halal Food Lifestyle Forum 2022, Kamis 17 Februari 2022 kemarin secara hybrid dan luring di Ayana Midplaza Hotel Jakarta dan daring di kanal Youtube KNEKS.
Diketahui bahwa tujuan utama dari forum ini adalah untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai gaya hidup makanan dan kuliner halal.
Selain sebagai ajang literasi, acara ini juga bertujuan untuk menampilkan secara garis besar lanskap makanan dan masakan halal yang beragam di Indonesia serta peran teknologi dan digitalisasi terhadap perubahan tren perilaku konsumen kuliner halal, kesejahteraan konsumen dan perlindungan lingkungan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Republika Indonesia Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan bahwa populasi muslim di tahun 2030 akan menjadi 23 persen populasi dunia, hal tersebut merupakan target pasar yang sangat potensial dan khususnya permintaan di sektor industri kuliner halal.
“Jadilah produsen jangan hanya menjadi konsumen, jadilah agen perubahan jangan menjadi kaum rebahan,"beber Sandiaga Uno saat membuka kegiatan tersebut.
Sementara Direktur Eksekutif KNEKS Ventje Rahardjo, dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan diselenggarakannya Halal Food Lifestyle Forum 2022 ini, menjadi insights yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh pelaku industri makanan dan kuliner halal, serta katalis bagi program-program pengembangan industri makanan dan minuman halal di Indonesia.
"Selain itu, acara ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam upaya pengembangan ekonomi syariah dan industri halal Indonesia ke depannya,"ujarnya.










