Menggali Informasi Tentang Ketahanan Pangan, Wartawan dan Sekretariat DPRD Bali Berkunjung ke Sulsel

Menggali Informasi Tentang Ketahanan Pangan, Wartawan dan Sekretariat DPRD Bali Berkunjung ke Sulsel

Muh Nasruddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id - Wartawan dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali berkunjung ke DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu 6 Juli 2022.

Rombongan terdiri dari 23 orang wartawan dan 12 orang sekwan dan staf DPRD Bali. Rombongan disambut oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sulsel, M Jabir. Hadir juga jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Sulsel.

Kunjungan ini bertujuan untuk mencari informasi mengenai pengelolaan ketahanan pangan di Provinsi Sulsel.

Pada pertemuan tersebut, beberapa wartawan mempertanyakan strategi ketahanan pangan di Sulsel. Apalagi Sulsel dikenal sebagai lumbung pangan nasional.

Terkait hal tersebut, Analisis Ketahanan Pangan Ahli Madia Sulsel, Asnawati Habibie mengungkapkan, kelebihan yang dimiliki Provinsi Sulsel yang tidak dimiliki daerah lain, yaitu, Sulsel tidak pernah kekurangan pangan, hal itu karena iklim peralihan musim.

"Sejak 2017, Sulsel surplusnya mencapai 2 juta ton per tahun, begitu juga dengan jagung yang mencapai 1 juta ton. Secara nasional produksi pangan di Sulsel secara nasional berada di peringkat keempat setelah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah," paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulsel, Muhlis Mor menambahkan, luas lahan pertanian di Sulsel mencapai 600 ribu hektar lebih. Dalam setahun Sulsel memproduksi 3,26 juta ton beras.

"Yang dikonsumsi oleh 9,5 juta penduduk di Sulsel maka hanya mengkonsumsi 1,1 juta ton beras. Artinya ada surplus 2,1 juta ton," ungkapnya.

Sekretaris DPRD Bali, Gede Suralaga usai pertemuan tersebut mengungkapkan, wartawan yang berposko di DPRD Bali terdorong untuk berkunjung karena Sulsel dalam ketahanan pangan berhasil.

"Bahkan berhasil menjadi salah satu pemasok pangan di Indonesia. Sementara Bali yang selama ini mengandalkan pariwisata" pungkasnya.