Warga Pingsan Saat Antre BLT Minyak Goreng, Netizen: BLT Gak Mendidik Rakyat, Membuat Mental Rakyat Jadi Peminta-minta

Warga Pingsan Saat Antre BLT Minyak Goreng, Netizen: BLT Gak Mendidik Rakyat, Membuat Mental Rakyat Jadi Peminta-minta

Muhammad Ifan

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Warga harus antre untuk mencairkan dana bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng dan program beras keluarga sejahtera di sejumlah daerah.

Beberapa calon penerima bantuan bahkan sudah mengantre sejak pagi sekitar pukul 07.30 WIB.

"Iya sudah antre dari jam 7.30, ini sudah dapat Rp500 ribu uang BLT minyak goreng dan bantuan beras," Ungkap Mariati, dilansir dari CNN Indonesia.

Di Sumedang, Jawa Barat, beberapa calon penerima bahkan saling berdesakan. Tak segan-segan di antara mereka menerobos masuk ke kantor pos. Tidak sedikit juga yang pingsan akibat kelelahan seperti Yuli Oktaviani.

Dalam pernyataannya, Yuli mengaku pingsan akibat kelelahan dan kondisi tubuh yang kurang fit.

"Lagi antre bantuan sembako sama minyak goreng, saya kondisinya kurang fit," Ujar Yuli Oktaviani.

Berita terkait warga yang pingsan saat antre minyak goring ini direspon oleh banyak netizen di media sosial, salah satunya datang dari pengguna Twitter bernama @SugilKawuloAlit.

Dalam cuitannya, akun Twitter @SugilKawuloAlit berpendapat bahwa BLT ini tidak mendidik rakyat dan hanya membuat mental rakyat menjadi peminta-minta.

“Sudah jelas BLT itu gak mendidik rakyat karena dapat merusak mentalitas dan kemandirian karakter anak bangsa dan pastinya juga membuat mental rakyat jadi peminta-minta” Tulis pengguna Twitter bernama @SugilKawuloAlit.

Warga Pingsan Saat Antre BLT Minyak Goreng, Netizen: BLT Gak Mendidik Rakyat, Membuat Mental Rakyat Jadi Peminta-minta
Cuitan Netizen @SugilKawuloAlit

Pengguna Twitter lain bernama @yani_akhmad turut memberikan komentarnya, ia menyarankan untuk terus mendengungkan kehancuran ekonomi bangsa ini.

“Pemerintahan siapa ini….terus dengungkan kehancuran ekonomi bangsa ini” Tulis akun Twitter @yani_akhmad.

Dilansir dari CNN Indonesia, terdapat kasus di Tuban, Jawa Timur, pencairan BLT terkendala karena kekurangan uang tunai dan sistem server yang eror.

Pegawai kantor pos mengaku kekurangan uang tunai karena uang yang disediakan juga dikeluarkan untuk kebutuhan lainnya macam tunjangan hari raya (THR) keagamaan.

"Kendala di lapangan adalah penyediaan uang tunai, " kata Eksekutif Manajer kantor pos Tuban, Agus Pamuji.

Diketahui, bantuan yang diterima oleh masyarakat adalah senilai Rp500 ribu. Ini terdiri dari Rp300 ribu uang BLT minyak goreng dan Rp200 ribu dana bantuan program beras keluarga sejahtera.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga sudah membagikan langsung BLT minyak goreng kepada masyarakat di Jambi hingga Cirebon, Jawa Barat. Jokowi juga menyerahkan bantuan modal kerja kepada pedagang.