Terkini.id, Makassar - Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan Kota Makassar dinilai tak menjalankan visi misi Wali Kota Makassar. Pasalnya, sejumlah program yang diprioritaskan tak mengarah pada pemecahan masalah.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengaku dua Organisasi Perangkat Daerah tersebut belum menjalankan tugas dengan baik. Ia pun meminta OPD tersebut melakukan terobosan.
"(Dinas) Pendidikan dan (Dinas) Sosial, kan saya fair-fair ji," ucap Danny Pomanto, Selasa, 5 Juli 2022.
Dinas Pendidikan Kota Makassar dinilai belum menjalankan salah satu program strategis pemerintah kota Makassar, yakni Sekolah Terintegrasi.
Pada program sekolah terintegrasi anak-anak bersekolah selama sepuluh tahun. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, hingga SMP berada di sekolah yang sama. Hal itu, kata Danny, untuk meminimalkan terjadinya kekurangan ruang kelas.
"Saya minta itu dibenahi," ucapnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Sosial Muhyiddin mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan bagi siswa yang putus sekolah.
Danny mengatakan mengumpulkan data tersebut adalah wajib, namun ia mempersoalkan hal tersebut bila hanya sampai pada tahap pendataan.
"Setelah itu apa? Jangan main-main dengan pendidikan, saya ingin seriusi ini," tuturnya.
Di sisi lain, Danny melihat program Dinas Sosial selama ini belum berjalan dengan efektif untuk menekan peredaran anak jalanan dan pengemis di Kota Makassar.
Menurutnya, langkah Dinas Sosial yang hanya menjaga 6 titik pengawasan di Kota Makassar bukanlah solusi.
"Kalau begini penanganannya sampai kapan pun tidak selesai ini masalah," tuturnya.
Ia pun meminta ada program CCTV Mitigasi Sosial dari Dinas Sosial. Hal itu, kata dia, untuk memudahkan pemantauan dan penindakan.
"Saya kan memancing persoalan biar dia berpikir. Bilang 6 titik pengawasan, memangnya itu bisa? Harusnya pakai CCTV," tuturnya.










