Wajib Diketahui! 6 Fakta Omicron, Varian Baru Corona yang Tingkat Penularannya Jauh Lebih Tinggi dari Varian Delta

Wajib Diketahui! 6 Fakta Omicron, Varian Baru Corona yang Tingkat Penularannya Jauh Lebih Tinggi dari Varian Delta

R
Resty

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

4. Sejauh Ini, Varian Omicron yang paling mengkhawatirkan adalah yang ditemukan di Afrika Selatan

WHO, dalam keterangan resminya pada Selasa 9 November 2021, menyebutkan bahwa varian baru Omicron ini memiliki sejumlah besar mutasi dan beberapa di antaranya mengkhawatirkan.

Varian B.1.1.529 sudah teridentifikasi pada 10 kasus di tiga negara, yakni Afrika Selatan, Inggris dan Skotlandia.

Kepala Penasihat Medis Badan Kesehatan dan Keamanan Inggris, Susan Hopkins memperingatkan bahwa varian baru yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan ini adalah varian yang paling mengkhawatirkan.

“Nilai R atau angka reproduksi efektif varian B.1.1.529 sekarang menjadi 2 di Gauteng, Afrika Selatan,” katanya, dilansir dari Guardian, Jumat, 26 November 2021.

Sekedar catatan, nilai R di atas 1 berarti bahwa varian ini memiliki risiko tinggi sehingga mengakibatkan lonjakan kasus.

5. Varian Omicron bisa menghindari kekebalan tubuh, risiko infeksi ulang lebih tinggi, dan memperngauhi efektivitas vaksin

Varian baru yang masuk dalam kategori VoC disebut memiliki kemampuan dalam memengaruhi efektivitas vaksin.

Tidak hanya itu, diketahui pula bahwa varian B.1.1529 bisa hindari kekebalan tubuh.

Data awal juga membuktikan adanya peningkatan risiko infeksi ulang dengan varian baru ini, dibandingkan dengan VoC lainnya.

“Ini baru dari data yang awal saat ini ya, mudah-mudahan tidak lebih parah lagi seperti (lonjakan kasus akibat infeksi varian delta) itu ke depannya,” ujar Dicky.

Sementara itu, gejala klinis akibat infeksi varian baru B.1.1.529 Omicron ini masih terus dipelajari oleh para ahli.

“Adanya lonjakan kasus yang sangat ekstrem di Afrika Selatan dengan penambahan kasus lebih dari 200 persen dalam seminggu di negara yang baru saja memasuki awal musim panas dan di tengah varian delta yang bersirkulasi, ini artinya sangat besar kemungkinan varian baru yang ada sangat menular,” jelas Dicky.

6. Sebagian besar orang yang terinfeksi dalam kondisi yang cukup parah adalah yang tidak melakukan vaksinasi

Dicky mengatakan bahwa kendati Varian Omicron ini masih terus dikaji oleh para ahli, namun diyakini bahwa sebagian besar orang yang terinfeksi dalam kondisi yang cukup parah adalah mereka yang tidak melakukan vaksinasi, meskipun usia muda.

“Vaksinasi ini yang penting sekali, karena dari kasus (infeksi) Omicron ini kita tahu kasusnya banyak terjadi tetap didominan pada orang yang belum divaksinasi tapi usia muda, nah itu yang bahayanya,” katanya.

Hal tersebut juga ditunjukkan berdasarkan data yang ada di negara-negara yang telah terinfeksi variant of concern terbaru yang satu ini.

Ditemukan bahwa efektivitas vaksin masih baik untuk meminimalisir risiko keparahan dan kematian, tetapi bukan untuk mencegah infeksi atau penularan Covid-19.

Dengan begitu, Dicky menegaskan bahwa vaksinasi harus tetap dikombinasi selalu dengan pola hidup sehat dan protokol kesehatan minimal 5M.

Antara lain, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, memakai masker, menghindari kerumunan, menjaga jarak aman, dan membatasi mobilitas di luar rumah.