Wacana 3 Periode Jokowi, Robertus Robet: Itu Lebih Buruk dari Masa Orde Baru

Wacana 3 Periode Jokowi, Robertus Robet: Itu Lebih Buruk dari Masa Orde Baru

Wahda

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta- Robertus Robert Sosiolog dari Universitas Negeri Jakarta, ikut menyoroti wacana 3 periode Jokowi.

Robert ikut menyoroti sikap Kepala Desa yang mendukung ide Jokowi 3 periode. Menurut dia sikap politik yang ditunjukkan Surta yang mengusung gagasan tersebut lebih buruk dari masa Orde Baru.

Diketahui sebelumnya, wacana tersebut kembali muncul setelah Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) Surtawijaya menyampaikan hal tersebut selepas kegiatan Silaturahmi Nasional di Istora Senayan, Jakarta, pada Selasa 29 Maret 2022.

Menurut Robert, gagasan tersebut seolah-olah menentang UUD 1945 yang menjadi landasan hukum pemerintah yang sudah membatasi masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden.

"Sekarang ini lebih buruk secara prinsipil. Di zaman Suharto konstitusinya belum memberikan batas waktu untuk jabatan presiden sementara konstitusi kita hari ini jelas-jelas sudah memberikan pembatasan tegas", ungkap Robert dikutip dari Kompas.com pada Sabtu 16 Juli 2022.

Lebih lanjut Robert mengatakan, "mobilisasi dukungan 3 periode bukan gejala demokrasi tapi gejala ke arah otoritarianisme. Dia diinisiasi oleh elit dengan menginterupsi proses di dalam masa demokrasi dan tradisi sirkulasi elit sedang berjalan baik".

Menurutnya, gagasan yang disampaikan oleh Kepala Desa tentang 3 periode Jokowi merupakan bentuk mobilisasi politik yang seakan-akan mengulang praktik pada masa Orde Baru.

Pada masa Orde Baru, suara kelompok masyarakat mulai dari arus bawah sampai dengan kalangan militer dan polisi sering kali di klaim untuk memberikan pembenaran terhadap perpanjangan masa kekuasaan Suharto.