Terkini.id, Jakarta - Seorang pria yang berprofesi sebagai sopir taksi online mengadu ke Presiden Jokowi terkait perbuatan seorang oknum TNI yang menurut pengakuannya telah mencuri mobil miliknya.
Video sopir taksi online mengadu ke Jokowi perihal oknum TNI telah mencuri mobil miliknya itu diunggah yang bersangkutan lewat media sosial Facebook pribadinya, Rizki Idana.
Dalam keterangan unggahannya, Rizki Idana meminta bantuan kepada wartawan untuk memviralkan kasus yang menimpanya itu.
"BANTUANNYA abang abang wartawan mohon di viralkan mobil saya di bawa kabur seorang oknum TNI," tulis Rizki Idana dalam keterangan unggahannya yang dibagikan ulang akun Instagram @kabarnegri, seperti dilihat terkini.id pada Sabtu, 1 Juli 2023.
Rizki Idana lewat keterangan postingannya juga mengaku tak lagi bisa bekerja sebagai sopir taksi online untuk membiayai anak dan istrinya, lantaran mobil yang ia pakai untuk mencari nafkah tersebut sudah hilang dicuri oleh oknum TNI itu.
"Kerja saya supir taksi online istri saya baru saja melahirkan anak ke 2 dan saya tidak bisa lagi cari nafkah karna mobil saya udah hilang," tulisnya lagi.
Dilihat dari video unggahannya itu, Rizki Idana menyebut bahwa videonya tersebut merupakan surat terbuka kepada Presiden Jokowi lantaran ia tidak tahu lagi mau mengadu ke siapa.
"Ini surat terbuka kepada Bapak Joko Widodo karena saya tidak tahu lagi harus mengadu kepada siapa," ucapnya.
Rizki pun mengaku sudah hampir satu bulan kehilangan mobil miliknya karena dibawa kabur oleh seorang oknum prajurit TNI bernama Buntora Manalu.
"Saya mengalami kehilangan mobil sudah hampir 1 bulan dan mobil saya dilarikan oleh seorang oknum TNI bernama Buntora Manalu," ungkapnya.
Adapun kendaraannya yang dibawa kabur tersebut yakni satu unit mobil merek Honda Brio berwarna putih dengan nomor polisi BK 1322 ADB.
Mobil tersebut, kata Rizki, dicuri oleh pelaku pada Rabu, 31 Mei 2023, di sekitaran Hotel Honari Simalika.
"Mobil saya Honda Brio putih dengan plat BK 1322 ADB. Kejadiannya pada hari Rabu tanggal 31 Mei 2023 di Hotel Honari Simalika," tuturnya.
Sopir taksi online itu pun mengatakan sudah melaporkan kejadian yang menimpanya itu ke Polsek setempat dan Kantor Polisi Militer (PM) Kota Medan, namun sampai saat ini laporannya itu tak kunjung ditindaklanjuti.
"Saya sudah buat laporan ke Polsek tapi belum ada perkembangan dan saya juga sudah melaporkan ke kantor PM Kota Medan tapi belum ada perkembangannya," ujarnya.
Hingga berita ini dimuat, belum ada tanggapan resmi baik dari pihak Kepolisian setempat maupun TNI terkait kejadian yang menimpa sopir taksi online itu.










