Video Tindakan Agresif Pendukung Anies Baswedan kepada Wartawan Kembali Beredar: Nasdem Harapkan Didukung Pendukung Anies

Video Tindakan Agresif Pendukung Anies Baswedan kepada Wartawan Kembali Beredar: Nasdem Harapkan Didukung Pendukung Anies

Ainur Roofiqi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta- Sebuah video memperlihatkan tindakan agresif sekelompok ormas yang disebut pendukung Anies Baswedan pada Pilkada DKI Jakarta 2017 kembali beredar di media sosial.

Video tersebut menampilkan tindakan agresif kelompok ormas yang disebut pendukung Anies Baswedan kepada wartawan Metro Tv.

Video lama tersebut dinarasikan ulang dan kembali diunggah oleh seorang netizen bernama akun @YRadianto pada Senin 20 Juni 2022.

Unggahan video netizen tersebut berjudul "Pendukung Anies, Pembenci Nasdem.

Adapun narasi dalam video tersebut bertuliskan, jejak brutal pendukung Anies di Pilkada DKI 2017.

Selain itu, dinarasikan juga dengan tulisan, intimidasi dari pendukung Anies terhadap Metro TV milik Surya Paloh yang identik dengan Partai Nasdem.

Dalam video tampak seorang wartawan Metro TV tengah diganggu saat melakukan peliputan sebuah aksi dari sekelompok ormas yang disebut pendukung Anies.

Salah satu anggota kelompok tersebut terlihat mengacungkan jempol ke bawah dari belakang wartawan Metro TV.

Video tersebut memperdengarkan teriakan-teriakan dari para anggota yang mengelilingi wartawan saat meliput.

"Kepo, kepo, kepo!" teriak para anggota ormas tersebut.

Terlihat jelas juga, salah seorang anggota ormas tersebut memberikan tindakan fisik dengan mendorong wartawan.

"Usir, usir!" teriak anggota ormas lagi.

Video dilanjutkan dengan menayangkan para anggota ormas yang menggeruduk mobil Metro TV.

Salah seorang anggota ormas melalui pengeras suara berteriak mengusir Metro TV.

"Metro TV mau membela apa itu, suruh keluar itu. Usir, usir!" teriak seseorang dengan pengeras suara.

"Usir Metro TV sebelum Metro TV ditutup," sambungnya.

Sementara itu, wartawan Metro TV Desi memberikan kesaksian saat melakukan liputan terhadap aksi kelompok ormas yang disebut pendukung Gubernur DKI Jakarta.

Desi mengatakan bahwa telah beberapa kali dirinya mendapat perlakuan tidak wajar, seperti diteriaki dan didorong.

"Beberapa kali saya memang mendapatkan perlakuan yang tidak wajar seperti diteriaki bahkan didorong,"

Menurutnya, saat itu para anggota ormas tersebut telah terlewat batas sampai menghalangi proses peliputan.

"Tetapi yang kali ini, meman mereka sudah kelewat batas, menghalangi peliputan,"

Lantas Desi menjelaskan perlakuan ormas tersebut terhadap para jurnalis saat melakukan peliputan di Masjid Istiqlal.

"Pertama ketika cameraman saya dikeplak karena tidak boleh mengambil gambar, yang kedua mereka melakukan aksi pemukulan dan mengusir kami dari lokasi, Masjid Istiqlal," ungkapnya.

Video tersebut diakhiri dengan sebuah narasi yang menyebut saat ini Partai Nasdem berharap akan didukung oleh gerombolan pendukung Anies yang demikian di 2024 mendatang.

Adapun netizen yang mengunggah video tersebut berkomentar dengan menyindir Partai Nasdem.

Dia mengatakan, menggandeng Anies Baswedan sama berarti dengan mengajak orang-orang "bar-bar" berpolitik.

"Menggandeng Anies berarti mengajak para bar-bar berpolitik," tulis akun @YRadianto.

Video Tindakan Agresif Pendukung Anies Baswedan kepada Wartawan Kembali Beredar: Nasdem Harapkan Didukung Pendukung Anies
(Twitter/YRadianto)