Terkini.id, Jakarta - Sebuah rekaman video viral di media sosial Instagram yang memperlihatkan banjir setinggi pinggang hingga mencapai dada. Terlihat dalam video banyak motor yang sudah terendam air yang tak sempat diselamatkan dari banjir. Terlihat juga orang-orang yang masih sempat mendorong motor yang sudah terendam air.
Video ini diunggah oleh akun Instagram @video_medsos seperti terlihat pada hari Selasa, 24 Mei 2022.
"Viral di media sosial penampakan banjir yang menghantam pemukiman sampai merendam pabrik-pabrik tekstil. Ternyata itu terjadi di Semarang, Jawa Tengah. Seperti dikutip dari detikcom, banjir rob menggenangi kawasan Kelurahan Bandarharjo dan Tanjung Mas di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang Utara, Kota Semarang. Akibatnya, warga terjebak dan tak bisa keluar dari rumah. (23/05)," tulis @video_medsos.

Unggahan dari @video_medsos ini dikomentari beragam dari warganet.
"Ini pasti salah Anies Baswedan (emoticon)," komentar @riri_ridwan

"Ttp pda smngt," komentar @h312u_susanto
"Ya Allah (emoticon) Hujan lagi tinggi3 nya turun extrim..smga segera surut ..kasihan pejuang rupiah (emoticon)," komentar @mridwan1983
"Habis ini bengkel pun ramai," komentar @saniiputrii
Dilansir dari Detik.com dengan judul berita "Penampakan Terkini Banjir Rob di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang" yang terbit hari Selasa, 24 Mei 2022, Banjir rob masih menggenangi pesisir Semarang. Di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, ketinggian air belum banyak surut.
Sejak pagi pukul 10.00 WIB terlihat sudah banyak warga yang mengevakuasi motor mereka. Kebanyakan motor ditempatkan di Jalan Ronggowarsito dan di tempat tinggi lainnya.
Saat ini ketinggian air bervariasi. Berdasarkan hasil kaji cepat sementara Senin (23/5), delapan titik banjir rob terjadi di Depan Pos 1, Depan Polsek KPTE, Jalan Coaster, Jalan Deli, Dermaga Nusantara, Terminal Pelabuhan Tanjung Emas, Kawasan Lamacitra, dan Dok Koja Bahari.
Menurut catatan, ketinggian banjir rob hingga mencapai 1,5 meter di kawasan Lamacitra, 55 sentimeter di Jalan Coaster, 40 sentimeter di Jalan M Pardi, serta 50 sentimeter di Jalan Yos Sudarso dan Jalan Ampenan.










