Video Analisa Pakar Soal Kasus Subang Diduga Dihapus, Netizen: Polisi Khawatir Ditonton Pelaku

Video Analisa Pakar Soal Kasus Subang Diduga Dihapus, Netizen: Polisi Khawatir Ditonton Pelaku

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Postingan video analisa pakar mikro ekspresi, Poppy Amalia terkait kasus Subang yang menewaskan ibu dan anak, Tuti Suhartini-Amalia Mustika (Amel), disebut dihapus.

Diketahui, belakangan ini pakar ekspresi tersebut getol menganalisa soal kasus Subang yang hingga kini belum terungkap.

Bahkan, Poppy Amalya belum lama ini rela mendatangi satu per satu saksi ke lokasi Aubang, Jawa Barat, demi keinginannya mengungkap siapa sebenarnya pelaku yang tega membunuh Tuti dan Amel.

Namun, publik dibuat geger lantaran postingan video analisa lengkap Poppy lenyap semua. Ada yang bilang dihapus dan ada juga yang bilang diprivat.

Publik pun lantas berspekulasi, mungkin Polisi terganggu dengan analisa-analisa Poppy yang dikenal terlibat dalam pengungkapan kasus kopi sianida awal 2016 lalu itu.

Salah satu netizen bernama Koplo Boy kemudian menanyakan ke Poppy Amalya soal postingan video analisanya terkait kasus Subang tersebut yang mendadak tak bisa diakses publik.

"Kak Poppy, kenapa semua video tentang analisa ekspresi saksi pembunuhan Subang diprivat?," tanya netizen Koplo Boy, Jumat 24 September 2021 seperti dikutip dari Hops.

Sementara salah seorang netizen lainnya, Maminya Alka menyayangkan tindakan tersebut. Padahal, menurutnya analisa pakar ekspresi Poppy Amalya di kasus Subang sangat ditunggu-tunggu.

"Tapi sayangnya sudah enggak ada lagi. Saya mengira pasti kepolisian khawatir analisa mbak akan ditonton pelaku dan pengacaranya, hingga akhirnya nanti mereka cari akal untuk benahi kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat, tapi tidak mereka sadari. Yang nanti buat kepolisian makin sulit diajak adu pinter sama si pelaku," tuturnya.

Diwartakan sebelumnya, pakar ekspresi Poppy Amalya ikut memberi analisis untuk membantu polisi membongkar sosok pelaku pembunuhan Subang yang menewaskan ibu dan anak.

Menurut analisa Poppy selaku pakar mikro ekspresi, dirinya sudah mencoba menganalisis sejumlah hal hingga akhirnya tertuju pada sosok pelaku pembunuhan Subang tersebut.

Kendati demikian, ia mengaku masih membutuhkan bukti tambahan seperti halnya polisi yang masih terus bekerja keras atas kasus ini.

"Polisi sebenarnya sudah yakin banget, seyakin saya soal siapa sebenarnya pelakunya. Tetapi kita tidak bisa menuduh orang tanpa effidence-effidence yang kuat," ungkap Poppy.

Dirinya pun lantas menyinggung kemampuannya untuk membantu Polisi berkaitan dengan pembacaan ekspresi dan kondisi emosinya ketika memberi keterangan.

Poppy mengungkap, saat pagi hari di 18 Agustus 2021 atau hari kejadian sudah banyak sekali orang riuh mendatangi TKP.

Padahal, kata Poppy, kondisi tersebut sangat menyulitkan polisi lantaran TKP menjadi tidak clear untuk membaca sidik jari pelaku.

Berdasarkan hasil analisanya, pakar ekspresi ini menduga pelaku kasus Subang masih ada di TKP saat pagi harinya ketika polisi dan sejumlah orang sudah ramai di lokasi kejadian.

"Asumsinya, waktu kejadian diduga pelaku ada di situ, karena selang waktu yang pendek sekali. Itu asumsi ya, dan dia melihat kejadian tersebut," ujarnya.