Terkini.id, Jakarta- Ustadz Hilmi Firdausi dituding terlibat dan menikmati hasil dona sosial kemanusiaan lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang tengah bermasalah.
Ustadz Hilmi Firdausi menanggapi tudingan terhadap dirinya dengan melakukan mubahalah atau sumpah laknat.
Kendati telah melakukan mubahalah, Ustadz Hilmi Firdausi justru mendapat hujatan netizen di media sosial.
Seorang netizen bernama akun @WahhabiCC turut mengomentari mubahalah Ustadz Hilmi melalui akun Twitternya yang diunggah pada Sabtu 9 Juli 2022.
Mulanya, netizen tersebut menyinggung hubungan Ustadz Hilmi Firdausi dengan pihak ACT hanya untuk memperalat idiom agama.
"Sini, kami ajari kamu @Hilmi28, apa yang sedang merundungmu soal koneksimu dg bedebah @ACTforHumanity hanyalah sebentuk memperalat idiom agama," tulis akun @WahhabiCC.
Lantas netizen tersebut mengatakan kepada Ustadz Hilmi, jika melakukan mubahalah maka harus juga melakukan muamalah.
Adapun bentuk muamalah yang dimaksud netizen tersebut adalah siap diperiksa secara administratif maupun pidana.
"Jika dilakukan dengan mubahalah, maka lakukanlah muammalah jika kamu paham agama, yaitu dengan siap diperiksa secara administratif maupun pidana," ungkapnya.
Lebih lanjut, netizen tersebut meminta Ustadz Hilmi untuk berhenti berbicara agama.
Pasalnya, dia menilai bahwa Ustadz Hilmi berbicara tentang sesuatu yang dia tidak pahami.
"Berhentilah kau @Hilmi28 dari bicara agama, karena kau bicara sesuatu yg kau tak paham tapi luar biasa sakral karena berasal dari Yang Mahasakral," ujarnya.
Menurut netizen tersebut, hanya pengekor atau pengikut iblis saja yang menggunakan agama untuk menyesatkan.
"Hanya pengekor iblis yg nekat gunakan agama untuk sesatkan," ungkapnya.
"Tipu-tipu hingga menghasut konflik dan destruksi di tengah kehidupan manusia!" sambungnya.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, netizen bernama akun @WahhabiCC ini telah mengkritisi mubahalah yang dilakukan Ustadz Hilmi.
Netizen tersebut mengkritik Ustadz Hilmi dengan menyebut dirinya tidak memahami apa itu mubahalah.
"Kamu gak paham mubahalah mi," tulis akun @WahhabiCC.
Lantas netizen tersebut menjelaskan bahwa saling melaknat itu diperuntukkan untuk para nabi dengan konteks membuktikan kebenaran agama Allah.
"Event saling melaknat itu buat sekelas anbiya (para nabi) dalam konteks membuktikan kebenaran agama Allah," jelasnya.
Netizen tersebut pun menambahkan bahwa mubahalah bukan untuk membuktikan benar atau tidak perbuatan Ustadz Hilmi.
"Bukan membuktikan benar-tidaknya kelakuanmu," ujarnya.
Netizen tersebut menilai tindakan Ustadz Hilmi melakukan mubahalah justru membuktikan bahwa dirinya tidak paham agama.
Bahkan, dia menyebut Ustadz Hilmi hanya berlagak guru agama untuk popularitas.
"Justru lagakmu ini membuktikan kamu tak paham agama tapi berlagak guru agama demi popularitas," pungkasnya.











