Ustadz Adi Hidayat: Tidak Pantas Bila Toa Harus Diilustrasikan dengan Binatang!

Ustadz Adi Hidayat: Tidak Pantas Bila Toa Harus Diilustrasikan dengan Binatang!

Mahipal

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Ustadz Adi Hidayat menyampaikan komentarnya tentang pernyataan Menteri Agama, Yaqut Cholil Coumas, yang mengilustrasikan pengeras suara atau toa masjid dengan suara gonggongan anjing.

Menurut Ustadz Adi Hidayat, pejabat publik harus cermat dalam menyampaikan pernyataannya demi menjaga toleransi dan menghindari konflik.

Pesan itu disampaikan secara eksklusif oleh ustadz Adi Hidayat melalui channel youtub Adi Hidayat Official.

"Kepada pejabat publik, saya berharap juga agar memperbaiki narasi," ujar Adi Hidayat dalam video yang diunggah channel youtube Adi Hidayat Official, dengan judul 'Pesan Kebangsaan UAH!! Dari TOA Sampai Taubat Nasuha', sebagaimana dilansir pada Minggu, 27 Februari 2022.

"Komunikasi yang ditampilkan kepada masyarakat jangan sampai menghadirkan kata-kata, kalimat-kalimat yang justru kontraproduktif atas visi misi yang akan dibangun," ujar Adi Hidayat melanjutkan.

"Bagaimana mungkin toleransi bisa ditampilkan, bisa dikampanyekan, namun dalam saat yang sama kalimat yang ditampilkan, ilustrasi yang dihadirkan justru bukan sekedar kontraproduktif, tapi berpotensi menyakiti kepada bagian-bagian unsur tertentu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Adi Hidayat melanjutkan.

Kemudian, Adi Hidayat menyampaikan pendapatnya soal pernyataan gus Yaqut yang dinilai mengilustrasikan toa masjid dengan suara anjing.

Menurut Adi Hidayat, pernyataan tersebut tidak sampai kepada logika.

"Rasanya tidak pantas bila persoalan toa harus diilustrasikan dengan binatang tertentu atau hal-hal yang lain yang tidak sejalan, tidak senafas bahkan tidak sampai kepada logika," ujar Adi Hidayat menjelaskan.

Kemudian, Adi Hidayat menghimbau masyarakat untuk tidak saling menghujat. Menurutnya, sebaiknya setiap pihak saling mengkoreksi diri masing-masing.

"Kita tidak perlu saling menghujat, tidak perlu saling mencela, tidak perlu saling menyalahkan," ujar Adi Hidayat melanjutkan.

"Kita hanya perlu saling mengoreksi diri kita!," ujar Adi Hidayat menandaskan.