Terkini.id, Makassar – Universitas Muslim Indonesia sementara mempersiapkan kerjasama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia. Untuk itu, dilaksanakan diskusi mengawali kerjasama ini, dipimpin langsung Prof. Dr. H. Basri Modding, Rektor UMI, Senin 10 Mei 2021.
Begitupula dengan Naib Canselor, Universiti Kebangsaan Malaysia memandu langsung diskusi, Prof. Dr. Dato Tan Sri H. Ekhwan Toriman.
Dalam diskusi yang mengawali kerjasama tersebut, Prof. Basri menyatakan bahwa UMI merupakan institusi yang tidak saja menyelenggarakan pendidikan tinggi tetapi dakwah. Dimana dalam dua pilar yayasan lainnya terkait sepenuhnya pada dakwah yaitu unit bisnis, pesantren.
Prof. Ekhwan menyatakan hasratnya untuk berkongsi dengan UMI dimana dengan status perguruan tinggi swasta, tetap saja dapat menjadi perguruan tinggi yang bereputasi.
Turut hadir pula dalam diskusi, Ketua Yayasan Badan Wakaf UMI, Prof. Dr. H. M. Mokhtar Noer Jaya. Juga Ketua Dewan Pembina Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, SE., MSi.
Sementara itu, Wakil Rektor UMI, Dr. H. M. Hatta Fattah, M.Sc menyampaikan aktivitas yang akan dijadikan sebagai obyek kerjasama. Diantaranya melalui Lembaga The Jusuf Kalla Research Center for Bugis Makassar Cultural Studies.
Sejak November 2020, lembaga tersebut menjadi Pusat Kecemerlangan (center of excellence) dalam penelitian dan jalinan kerjasama antarbangsa.
Sekaligus pusat studi tersebut mengkaji isu-isu berkenaan dengan transformasi budaya Bugis dan Makassar yang dapat dijadikan nilai untuk pengembangan produktivitas masa kini.
Secara khusus, para Timbalan Naib Canselor UKM juga menyampaikan pandangan dalam program yang akan dijadikan sebagai aktivitas bersama kedua perguruan tinggi.
Prof. Hatta Fattah mengemukakan bersamaan dengan perayaan Milad UMI 2021, akan dimateraikan MoU kerjasama kedua perguruan tinggi.
“Sekaligus ini sebagai langkah UMI untuk mengikhtiarkan pencapaian terbaik melalui inovasi dan adaptasi,” ujar Prof. Hatta.










