Terkini.id, Jakarta - Seorang netizen mengungkit kembali pemberitaan terkait pengakuan sejumlah korban aksi penyiksaan yang pernah dilakukan penyidik senior KPK, Novel Baswedan saat masih menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu.
Netizen bernama Anak Kolong tersebut, membagikan video yang berisi foto tangkapan layar pemberitaan terkait korban penyiksaan Novel Baswedan itu.
Lewat cuitannya di Twitter, Minggu 9 Mei 2021, netizen itu menyebut Novel Baswedan bukan Kapten Marvel melainkan iblis.
"NOVEL BASWEDAN BUKAN KAPTEN MARVEL. NOVEL BASWEDAN ITU IBLIS, seperti kata Irwansyah salah satu korban kebiadaban Novel," cuit Anak Kolong.
Menurutnya, sejumlah korban aksi Novel Baswedan itu disiksa, kemaluan mereka disetrum bahkan ditembak hingga ada di antara mereka yang merenggang nyawa.
"Mereka disiksa, KEMALUAN disetrum, ditembak, hingga ada yang merenggang nyawa," tuturnya.
Pada narasi cuitannya, netizen tersebut juga menyentil Febri Diansyah yang dikenal getol membela Novel Baswedan usai penyidik senior itu diberhentikan KPK lantaran tak lolos tes wawasan kebangsaan.
"Febridiansyah, GIGI GERAHAMMU BERLUBANG, pakai maskermu. BAU!!," ujar Anak Kolong.
Berdasarkan penelusuran, foto tangkapan layar terkait pemberitaan korban penyiksaan Novel Baswedan yang dibagikan netizen tersebut lewat videonya bersumber dari situs Tribunnews.com.
Dalam isi pemberitaan berjudul 'Irwansyah: Novel Baswedan itu Iblis' yang dimuat Tribunnews pada Agustus 2017 silam lalu, tertulis bahwa sejumlah korban yang diduga pernah dianiaya oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan angkat bicara ke hadapan publik.
Sejumlah korban penyiksaan Novel dituding terlibat pencurian sarang burung walet pada tahun 2004 silam.
Adapun para korban penyiksaan tersebut yakni Irwansyah Siregar, Doni, Rusliansyah, dan Dedi Nuryadi serta kuasa hukum korban, Yuliswan.
Irwansyah Siregar, satu dari enam korban penyiksaan, mengutuk perbuatan kejam yang diduga dilakukan oleh Novel Baswedan semasa dirinya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu itu.
Ia menyebut sikap Novel layaknya iblis dan melebihi kader Partai Komunis Indonesia (PKI).
"Kami disiksa dan kemaluan kami disetrum. Kalau saudara tahu, beliau (Novel) itu biadab, lebih-lebih dari PKI," ujar Irwansyah dengan emosional.
Pernyataan pria berusia 37 tahun itu didasari cara Novel dan penyidik lain saat menginterogasi dan menggelandang mereka.
Selain dipukul dan disetrum kemaluannya, para korban aksi penyiksaan Novel Baswedan itu juga mengaku ditembak di kaki.
"Habis ditembak kami masih disiksa, baru diinterogasi dan ditanya-tanya hingga pukul 05.00 WIB. Kami tidak mendapatkan pengobatan meski dibawa ke rumah sakit," ujarnya.










