Unggah Foto Ustadz Hilmi dan Babi, Warganet: Mana yang Lebih Imut?!

Unggah Foto Ustadz Hilmi dan Babi, Warganet: Mana yang Lebih Imut?!

Mahipal

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Seorang warganet unggah foto Ustadz Hilmi Firdausi dan babi, bahkan ia menyinggung dengan menuliskan cuitan mana yang lebih imut.

Sebagaimana diwartakan bahwa nama Ustadz Hilmi Firdausi kerap menjadi perbincangan hangat usai dirinya mempermasalahkan rendang babi.

Kemudian, isu rendang babi juga kerap menjadi perbincangan hangat warganet baru-baru ini, lantaran hal tersebut menuai pro dan kontra.

Banyak warganet yang tidak setuju dengan larangan rendang babi, mereka berpendapat bahwa makanan tidak memiliki agama.

Selain itu, banyak juga diantara warganet yang tidak setuju dengan larangan rendang babi itu dengan cara menghujat Ustadz Hilmi Firdausi.

Hal tersebut disebabkan lantaran Ustadz Hilmi Firdausi merupakan pendakwah yang juga ikut mengkritik rendang babi dan tidak setuju dengan rendang babi mengatasnamakan masakan Padang.

Salah satunya ialah warganet dengan akun twitter @AnakLolina2, sebagaimana dikutip Terkini.id pada Senin, 13 Juni 2022.

Unggah Foto Ustadz Hilmi dan Babi, Warganet: Mana yang Lebih Imut?!
Cuitan warganet (twitter @AnakLilona2)

Sang warganet juga menghujat Ustadz Hilmi Firdausi dengan mengunggah foto sang ustadz dan babi.

Selain mengunggah foto itu, sang warganet juga menuliskan cuitan yang menghina sang ustadz.

"Kebetulan lagi viral, mana yg lebih imut?," tulis sang warganet dalam cuitannya.

Kemudian, ia meminta respon atau tanggapan dari warganet lainnya sembari menyindir Ustadz Hilmin Firdausi.

"Yg mengharamkan: Like. Yg diharamkan: RT," tulis sang warganet menandaskan cuitannya.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, bahwasanya beberapa pihak mengatasnamakan warga Minang dan juga beberapa tokoh agama menolak dan mengecam rendang babi.

Mereka menilai masakan Padang merupakan masakan tradisional yang khas dengan kehalalannya.

Sehingga, rendang babi walaupun diberi keterangan sebagai makanan non-halal, dinilai telah menghina atau merusak citra makanan tradisional khas Minangkabau itu.

Bahkan sebagaimana diwartakan sebelumnya, bahwa Waketum MUI, Anwar Abbas meminta penjual rendang babi itu dibawa ke ranah hukum.