Terkini.id, Jakarta - Direktur NU Online, yakni Savic Ali, baru-baru ini menanggapi keluhan Uki eks Noah yang katanya kesal mendengarkan musik.
Uki sendiri diinformasikan mengaku merasa terganggu dan kesal setiap kali mendengar musik di mal atau di pesawat.
Menanggapi hal tersebut, Savic Ali pun menyarankan agar Uki sebaiknya hijrah saja ke Afganistan atau ke Arab Saudi.
Menurutnya, saran tersebut bisa membantu eks personel Noah itu agar telinganya terhindar dari suara musik.
"Merasa terganggu, Uki Eks NOAH kesal setiap dengar musik di mal dan pesawat, hijrah ke Afghanistan atau Saudi Arabia mungkin bisa membantu menghindarkan telinga dari musik," tulis Savic Ali, dikutip terkini.id pada Jumat, 27 Agustus 2021, via Twitter.
Sementara dilansir dari Pikiranrakyat, lebih lanjut, Savic Ali mengatakan bahwa sepertinya perlu ada program pertukaran warga negara agar setiap orang bisa memilih negara yang sesuai dengan cara pandangnya.
"Biasanya kan ada program pertukaran pelajar. Sepertinya perlu ada program pertukaran warga," ujarnya.
"Biar orang bisa milih negara yang kompatibel dengan isi kepalanya dan cara hidup yang diinginkannya. Ketimbang stres atau ngisruh," tandas Savic Ali.
Sebelumnya, Uki mengaku sangat terganggu ketika tak sengaja mendengar musik saat bepergian, misalnya saat berada di mal atau di pesawat.
Pasalnya, Uki merasa setiap kali dirinya mendengarkan musik, seperti ada ayat Alquran yang hilang dari ingatannya.
"Malah yang ana (saya) rasakan sekarang justru mengganggu karena setelah dengar musik, seperti ada ayat yang hilang, merasa seperti itu," ungkap Uki dalam tayangan di kanal YouTube Syafiq Riza Basalamah Official.
Uki menjelaskan bahwa dirinya sudah sangat lama berkecimpung di industri musik sehingga sudah banyak musik yang menempel dalam ingatannya.
Oleh karena itu, ketika kini dirinya meninggalkan musik seutuhnya dan lebih mendalami ilmu agama, ia merasa sangat terganggu ketika tak sengaja mendengar musik.
Tak hanya terganggu, Uki juga mengaku kesal saat tak sengaja mendengar musik kerena butuh waktu seminggu baginya untuk melupakan musik tersebut.
"Tiba-tiba pasti ada saja gitu yang nempel, kadang nempel di hati dan jadi kesal gitu. Itu butuh waktu sekitar semingguan untuk hilang lagi," jelas Uki.
"Jadi, dia kayak racun yang nempel, agak lama. Apalagi dari dulu kita sudah biasa dengar. Jadi, mengganggu sih memang mendengarnya," pungkasnya.










