Lebih dari sekadar dokumen, studi ini diharapkan dapat menjadi pijakan konkret bagi transformasi sistem transportasi Makassar.
Ary Lesmana, Head of PMEL and Managing for Result di WRI Indonesia, menegaskan bahwa rekomendasi yang diberikan bertujuan untuk menghadirkan transportasi yang lebih inklusif, aman, dan rendah karbon.
"Kerja sama lintas sektor ini menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan mobilitas yang lebih baik dan berkelanjutan," ujarnya.
Acara serah-terima kajian ini ditutup dengan pameran yang menampilkan hasil temuan studi, peluncuran buku “Kiri Depan Daeng”, serta seminar Makassar Road Safety yang menggali lebih dalam isu keselamatan jalan di kota ini.
Dengan adanya kajian ini, bola kini berada di tangan Pemerintah Kota Makassar. Tantangannya bukan lagi sekadar merancang kebijakan, tetapi memastikan bahwa perubahan ini benar-benar terjadi di lapangan.
Sebuah pertanyaan pun mengemuka: Akankah Makassar mampu keluar dari jerat kemacetan dan menghadirkan transportasi publik yang lebih manusiawi?










