UK PACT Dorong Reformasi Transportasi Makassar: Dari Kajian ke Aksi Nyata

UK PACT Dorong Reformasi Transportasi Makassar: Dari Kajian ke Aksi Nyata

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar – Kemacetan, keselamatan jalan, dan ancaman perubahan iklim menjadi tiga tantangan utama yang dihadapi sistem transportasi Makassar.

Namun, sebuah studi terbaru yang disusun oleh konsorsium World Resources Institute (WRI) Indonesia, Vital Strategies, dan mitra lainnya, memberi harapan bagi masa depan mobilitas kota ini.

Studi yang merupakan bagian dari program UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT) Future Cities, hasil kolaborasi Pemerintah Inggris dan Kementerian Perhubungan RI, menyodorkan peta jalan bagi sistem transportasi yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan.

Kajian yang diserahkan kepada Pemerintah Kota Makassar ini menggarisbawahi bahwa revitalisasi angkutan umum dapat menjadi solusi utama dalam meningkatkan aksesibilitas warga terhadap transportasi publik.

Jika rekomendasi ini diterapkan secara bertahap, cakupan angkutan umum andal di Makassar bisa meningkat signifikan.

Proyeksi menunjukkan bahwa pada 2029, dengan 16 rute yang dioptimalkan, layanan transportasi publik akan menjangkau hingga 650.865 penduduk—angka yang melampaui 20 kali lipat dari cakupan saat ini, yang hanya melayani sekitar 30.407 orang.

Namun, perluasan transportasi publik ini tak bisa berdiri sendiri. Temuan dalam Studi Keselamatan Jalan mengungkapkan adanya 15 titik rawan kecelakaan (black spot) di Makassar, di antaranya Flyover Pettarani, Universitas Bosowa, dan Underpass Simpang Mandai.

Kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak menjadi yang paling terdampak. Tanpa intervensi serius, risiko kecelakaan di titik-titik ini akan terus meningkat.

Di sisi lain, ketahanan infrastruktur perkotaan juga menjadi sorotan utama dalam Urban Community Resilience Assessment (UCRA), sebuah kajian yang menyoroti keterbatasan infrastruktur di wilayah pesisir Makassar dalam menghadapi bencana.

Mobilitas masyarakat, terutama saat banjir, sering kali terhambat akibat buruknya akses jalan dan sistem drainase.