Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik, Ujang Komaruddin berkomentar soal sikap mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dinilai berkoar-koar di ruang publik akhir-akhir ini.
Ujang Komaruddin menilai bahwa Ahok kembali berkoar-koar karena ia merasa sudah menembus kesalahannya dengan menjalani masa penjara.
Sebagaimana diketahui, Ahok pernah dipenjara selama 1 tahun 8 bulan 15 hari atas kasus penistaan agama.
Adapun baru-baru ini Komisaris Utama PT Pertamina itu mengkritik roadmap mobil listrik (electric Vehicle atau eV), program yang sedang dikerjakan Presiden Joko Widodo.
“Ahok menganggap kesalahan dia sudah ditebus dengan penjara itu, dan sekarang dia merasa enggak punya kesalahan lagi,” kata Ujang Komarudin dalam diskusi Tanya Jawab Cak Ulung, Kamis, 2 Desember 2021, dilansir dari RMOL.
Selain itu, Ujang Komaruddin menilai bahwa Ahok adalah sosok politisi yang mementingkan eksistensi.
Menurutnya, meski Ahok sempat kalem dan tak banyak bicara setelah kasus penistaan agama, hal itu tidak menjadi alasan bagi politisi PDIP itu untuk diam.
“Apalagi, berkoar-koar itu memang sifatnya Ahok. Padahal ada banyak kasus lama yang menyeretnya, seperti audit BPK soal kasus di Sumber Waras,” kata Ujang Komaruddin.
Di sisi lain, menurutnya, massa 212 yang sebelumnya berperan besar untuk menenggelamkan Ahok sulit kembali mengulang hal yang sama.
Sebab, stigma 212 lebih ke persoalan agama. Sedangkan apa yang disampaikan Ahok kini lebih ke korporasi.
“Kelompok 212 sulit mengkritik Ahok karena yang harus dicari adalah persoalan agama,” kata Ujang Komaruddin.










