Terkini.id, Jakarta - Jodi Mahardi selaku Juru bicara Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memberikan tanggapannya mengenai tuduhan bahwa majikannya tersebut terlibat kasus korupsi minyak goreng.
Menurut Jodi tuduhan bahwa Luhut termasuk dalam kelompok mafia minyak goreng yang baru ditangkap beberapa hari lalu merupakan tuduhan yang gila.
"Wah, tuduhan gila banget. Kayaknya orang-orang yang enggak suka dengan Pak Menko Luhut sudah menghalalkan segala cara ya," ujar Jodi kepada CNN Indonesia, Kamis 21 April 2022.
Jodi juga menilai bahwa urusan minyak goreng tidak terdapat dalam Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI.
Luhut Pandjaitan juga tidak pernah mengurusi masalah Indonesia yang terkait dengan minyak goreng.
Tuduhan bahwa Luhut Pandjaitan terlibat dalam kasus korupsi minyak goreng dilontarkan oleh Pengurus Partai Demokrat Cipta Panca Laksana.
Cipta Panca Laksana menuduh Luhut merupakan salah satu mafia minyak goreng berdasarkan beredarnya foto Menko Marves tersebut dengan salah satu tersangka kasus korupsi minyak goreng MP Tumanggor.
Cipta juga mengunggah sebuah cuitan dalam media sosial Twitter pribadinya dengan nada menanyakan mengapa Luhut berada berdampingan dengan MP Tumanggor.
Akibat foto yang beredar tersebut timbul isu bahwa Luhut terkait dengan kasus korupsi minyak goreng.
Menurut Jubir Luhut, Jodi hubungan Luhut dan tersangka kasus korupsi minyak goreng MP Tumanggor hanyalah sebatas pertemanan saja.
Sedikit fakta mengenai MP Tumanggor. Ia adalah Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia yang terlibat dalam kasus korupsi pemberian fasilitas minyak goreng.
Tersangka mafia minyak goreng lainnya adalah Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana, Senior Manager Corporate Affairs PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group Stanley MA, dan General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas Picare Tagore Sitanggang.










