Tragis! Buaya Muara di Sumba Timur kembali Telan Korban, Camat Pahunga Lodu Minta Instansi Kompeten Segera Menangani

Tragis! Buaya Muara di Sumba Timur kembali Telan Korban, Camat Pahunga Lodu Minta Instansi Kompeten Segera Menangani

Agung Wahyudi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, NTT - Seorang anak perempuan bernama Ernawati Rambu Nona berusia 5,5 tahun tewas diterkam buaya muara di Pantai Warambadi, Desa Palanggay, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, NTT, Senin, 8 Agustus 2022.

Camat Pahunga Lodu Yakub Mangu Yada yang membagikan informasi tekait peristiwa itu menyatakan, kejadiannya begitu tiba-tiba.

Awalnya kata Yakub, si anak menunggu kedua orang tuanya yang melaut saat air surut. Gadis itu, dititipkan di salah satu rumah kerabat orang tuanya di pesisir pantai.

“Saat air laut pasang, orang tuanya kembali ke pinggir pantai dan mura, membersihkan bulu babi dan hasil laut yang mereka dapat. Melihat itu, si anak mendekat bersama anak anjing miliknya dan lalu bermain dan mandi di pinggir laut, tapi tiba-tiba saja, buaya muncul dan menerkam serta membawa si anak ke air yang dalam,” ungkap Yakub, dilansir dariSindonews, Selasa, 9 Agustus 2022.

Melihat anaknya diterkam dan diserang buaya, kedua orang tuanya berteriak minta tolong, sambung Yakub. Warga pun berdatangan membantu mengejar buaya yang membawa anak malang itu ke air dalam.

“Warga kejar dan memburu buaya itu bahkan menggunakan perahu motor, tapi lebih dari satu jam kemudian, si anak baru ditemukan tapi telah meninggal dunia dengan bekas luka di bagian dekat rahangnya. Sempat bawa juga ke puskesmas selanjutnya disemayamkan ke rumah duka di Desa Mburukulu,” terang Yakub.

Tragis! Buaya Muara di Sumba Timur kembali Telan Korban, Camat Pahunga Lodu Minta Instansi Kompeten Segera Menangani
Mayat korban usai ditemukan tewas akibat diterkam buaya (Sumber foto: Sindonews)

Peristiwa warga diserang buaya di tempat itu, kata Yakub, bukan kali pertama.

Menurut pengakuannya, dia telah berupaya meminta warga untuk waspada.

Namun, kata Yakub, populasi buaya memang telah mencemaskan. Dibutuhkan penanganan dari instansi yang berkompeten hingga tidak ada lagi korban berikutnya.

“Yang lalu juga pernah seperti ini sampai BKSDA datang, katanya mau tangkap buaya tapi ya tidak berhasil. Buaya juga makin banyak dan ganas,” tutupnya.