Terkini.id, Jakarta - Hingga kini Satreskrim Polres Ciamis masih berusaha untuk menyelidiki insiden 'Lingkaran Setan', dan menyebabkan 18 orang pelajar SMAN 1 Ciamis terluka.
Selain meminta keterangan dari saksi dan korban, Polisi juga mendatangi langsung rumah kosong, yang diduga menjadi tempat berlangsungnya tradisi Lingkaran Setan atau tradisi saling tampar.
"Penyelidikan masih dilakukan Unit PPA Satreskrim Polres Ciamis. Jumat sudah ngecek ke lokasi di Cijeungjing yang ternyata itu merupakan rumah kosong dan sudah lama tidak dihuni," ujar Kasi Humas Polres Ciamis Iptu Magdalena, Senin, 17 Januari 2022.
Hasil penyelidikan sementara, ditemukan 18 siswa SMAN 1 Ciamis yang mengalami luka lebam, juga ditemukan beberapa barang bukti dari rumah kosong tersebut.
"Dari lokasi rumah kosong ini diamankan barang bukti berupa termos es dan speaker MP3," kata Magdalena, dikutip dari detiknews.com pada Senin, 17 Januari 2022.
Magdalena juga memaparkan bahwa, menurut kesaksian para korban ada 8 senior, yang terlibat dalam penganiayaan peserta.
"Diduga ada delapan orang dari senior yang terlibat. Hari ini masih dilakukan meminta keterangan korban dan saksi. Untuk delapan orang itu belum dilakukan dimintai keterangan," jelas Magdalena.
Untuk diketahui bahwa, terkuaknya insiden lingkaran setan ini bermula dari tiga siswa kelas X SMAN 1 Ciamis, yang mengalami luka memar diduga akibat adanya perpeloncoan dalam kegiatan pramuka.
Kemudian para orang tua wali merasa tidak terima, dengan apa yang terjadi pada anak-anaknya sehingga melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian.










