Terkini.id, Makassar - Tim peneliti dari Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKI Paulus) Makassar melaksanakan penelitian terhadap limbah cangkang kepiting. Ini bisa menjadi solusi mengatasi pencemaran di perairan.
UKI Paulus Makassar berhasil masuk dalam 110 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dari 4.000 PTS di seluruh Indonesia, yang menerima dana Hibah Penelitian dalam Program Penelitian Kebijakan MBKM dari Ditjen Diktiristek tahun 2021 dengan total dana sebesar Rp1,3 Milyar.
Penandatangan Kontrak dilakukan di Jakarta pada tanggal 12 Desember 2021 oleh Rektor UKI Paulus, Prof. Dr. Agus Salim, S.H., M.H yang diselengarakan oleh Ditjen Diktiristek. Tahun ini, UKI Paulus berada di urutan 66 dari 110 PTS yang lolos pada hibah tersebut.
"Pemanfaatan limbah cangkang kepiting sebagai adsorben logam berat merupakan salah satu penelitian yang didanai melalui hibah tersebut.
Penelitian Multi Disiplin ini melibatkan Dosen dan mahasiswa dari tiga Program Studi (PS) yaitu Teknik Mesin, Teknik Kimia, dan Akuntansi UKI Paulus," terang Ketua Tim Peneliti, Dr. Atus Buku, S.T., M.T. kepada terkini.id, Jumat 24 Desember 2021.
Penelitian itu memperoleh dana sebesar Rp. 130.000.000 dan mengangkat judul “Perancangan Alat Penyerap Logam Berat Cu dan Zn Menggunakan Adsorben Dari Limbah Cangkang Kepiting Dalam Menunjang Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)”.
Diketuai oleh Dr. Atus Buku, S.T., M.T. dari PS Teknik Mesin, dan beranggotakan Rosalia Sira Sarungallo, S.T., M.T. dosen dari PS. Teknik Kimia dan Prof. Dr. Petrus Peleng Roreng, S.E., M.SI., AK dosen dari PS. Akuntansi.
Penelitian ini juga melibatkan pakar senior dari bidang Kimia Organik yaitu Prof. Dr.Ir. Tjodi Harlim.

Kajian ini merupakan upaya Tim peneliti UKI Paulus dalam menjawab permasalahan lingkungan yang marak terjadi akhir-akhir ini, seiring dengan berkembangnya industri pangan yang meningkat dengan kebutuhan konsumsi pangan dunia.
Membantu Mengatasi Masalah Pencemaran di Perairan
Perairan di beberapa daerah telah dilaporkan mulai tercemar oleh logam-logam berat akibat sebagai dampak dari industri, pertanian, rumah tangga, dan sebagainya.
Sementara air bersih sangat diperlukan untuk kelangsungan semua mahkluk hidup sehingga kesimbangan ekosistem lingkungan yang sehat tetap terjaga. Oleh karena itu upaya untuk mereduksi atau menghilangkan logam-logam berat tersebut perlu dilakukan.
Salah satu komoditi hasil laut banyak diminati adalah daging kepiting, yang ditandai dengan tingginya permintaan produsen pangan hasil laut ini. Industri pangan yang berbasis hasil laut ini, umumnya yang diolah dalam berbagai bentuk pangan seperti abon dan pengalengan daging kepiting.
Industri pengolahan kepiting menghasilkan limbah padat berupa cangkang/kulit kepiting/capit, seperti yang diperlihatkan dalam artikel ini.
Limbah tersebut mudah sekali busuk akibat mikroba dan bersifat kamba sehingga membutuhkan penanganan yang serius karena dapat menyebabkan lingkungan terganggu/tidak sehat. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu upaya untuk memanfaatkan limbah tersebut sehingga tidak mencemari lingkungan, selain itu dapat meningkatkan nilai tambah dari cangkang kepiting tersebut.

Dilaporkan bahwa dalam limbah cangkang kepiting mengandung komponen biopolimer alami yaitu kitin. Kitin melalui proses deasetilasi menggunakan Natrium Hidroksida (NaOH) akan menghasilkan kitosan yang berbentuk bubuk. Bubuk kitosan ini dapat berfungsi sebagai adsorben yang menyerap logam-logam berat yang terdapat pada air yang tercemar.
Proses penyerapan logam-logam berat tersebut dapat dilakukan dengan cara mengalirkan air secara gravitasi di dalam kolom yang berisi adsorben sehingga diperoleh produk air bebas logam berat.
Untuk mengaplikasikan metode adsorpsi logam berat, perlu dilakukan perancangan alat yang tepat agar proses penyerapan logam berlangsung secara efektif. Dalam hal ini, tinggi adsorben dalam kolom dan diameter merupakan faktor-faktor yang menentukan kinerja kolom adsorben.

Urgensi penelitian ini adalah merancang alat penjerap logam berat dengan mengoptimasi tinggi unggun dan diameter kolom adsorpsi.
Dengan tujuan khusus adalah untuk menghasilkan desain alat penjerap menggunakan limbah cangkang kepiting, dengan mengkaji tinggi adsorben dalam kolom dan diameter kolom untuk pengolahan limbah cair yang mengandung Cu2+ dan Zn2+.
Desain alat penjerap ini dapat juga dibuat untuk diaplikasikan pada pengolahan limbah industri, pertanian dan domestik (pedesaan dan perkotaan), serta untuk mengembangkan penelitian unggulan yang berbasis roadmap penelitian UKI Paulus.
Target Utama dalam Program Hibah Penelitian dari Ditjen Diktiristek 2021 ini adalah menghasilkan model pembelajaran dalam mendukung implementasi MBKM yang sudah mengadopsi kearifan lokal yang bernilai universal; menghasilkan ipteks, peralatan atau kebijakan yang berguna sesuai dengan bidang riset pembangunan desa dan keahlian dosen masing-masing; serta menggabungkan kegiatan riset dengan program pembelajaran dalam kegiatan riset dan jurnal.










